Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Hoaks

  • 02 Apr 2026 07:07 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Tantangan terbesar dalam dunia penyiaran saat ini adalah bagaimana mengawal arus informasi yang langsung masuk ke masyarakat tanpa batas. Berbagai platform media membuat informasi begitu cepat diterima publik, termasuk di wilayah perbatasan.

Kondisi tersebut menuntut peran aktif pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat secara berjenjang dan berkelanjutan. Edukasi ini penting agar masyarakat mampu memahami informasi secara objektif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Interaktif di Programa Satu RRI Tahuna, Rabu 1 April 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu dibiasakan untuk tidak hanya menerima satu sumber informasi, tetapi juga membandingkan dengan berbagai referensi lain, terutama dari akun resmi pemerintah.

Hal ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tentu benar, terutama yang beredar cepat melalui telepon genggam dan media sosial.

Selain edukasi, penguatan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyiaran. Pengembangan infrastruktur saat ini diarahkan pada digitalisasi, khususnya di wilayah perbatasan.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya membangun infrastruktur dengan dukungan pemerintah pusat melalui program Bakti Kominfo yang telah menghadirkan akses internet di 104 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sebanyak 104 titik tersebut tersebar di kantor desa, puskesmas, sekolah, hingga wilayah perbatasan, dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk mengakses informasi.

Melalui dukungan infrastruktur dan peran lembaga penyiaran publik seperti RRI, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam menerima informasi, serta mampu menyaring berita demi menjaga stabilitas dan persatuan di wilayah perbatasan.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....