Lautan Masa Depan Kita
- 30 Mar 2026 15:20 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Lautan bukan sekadar hamparan air yang menyediakan sumber pangan, melainkan jantung kehidupan yang memasok oksigen terbesar bagi bumi melalui ekosistem terumbu karang. Mengingat fungsinya yang vital, menjaga kelestarian laut dari ancaman sampah dan praktik perusakan ekosistem menjadi kewajiban mutlak demi keberlangsungan masa depan generasi di wilayah kepulauan.
Hal tersebut ditegaskan oleh praktisi penyelam, Jhonli Mamuka, dalam program Obrolan Spada di Pro2 RRI Tahuna, Jumat (27/3/2026). Dalam diskusi bertajuk "Lautan Kita Masa Depan Kita", ia meluruskan persepsi umum mengenai sumber oksigen dunia.
Selama ini, masyarakat luas beranggapan bahwa hutan dan tanaman hijau di daratan adalah penyumbang oksigen utama. Namun, Jhoni menekankan bahwa laut memiliki peran yang jauh lebih besar dalam siklus udara global.
"Semua akan beranggapan penghasilan oksigen berasal dari pertumbuhan tanaman hijau di darat. Tapi sebenarnya yang paling besar itu dari laut melalui terumbu karang dan ekosistem di dalamnya. Jadi, topik 'Lautan Kita Masa Depan Kita' ini benar-benar mengingatkan kita bahwa laut adalah sumber kehidupan yang utama," ujar Jhoni kepada rri.co.id.
Sebagai seorang penyelam yang sering melihat kondisi langsung di bawah air, Jhonii menyayangkan masih adanya praktik-praktik yang merusak keindahan dan fungsi terumbu karang di Sangihe. Beberapa isu krusial yang disoroti meliputi:
Alih Fungsi Karang, Masih ditemukannya penggunaan terumbu karang sebagai material pondasi bangunan. Destructive Fishing, Praktik penggunaan bahan kimia atau bius untuk melumpuhkan ikan yang berujung pada kematian permanen terumbu karang. Isu Sampah, Sampah laut kini menjadi musuh utama yang mengancam kesehatan ekosistem pesisir.
Jhoni mengajak masyarakat Sangihe untuk tidak hanya menjadi penikmat keindahan laut dari permukaan saja, tetapi juga mulai bergerak aktif melakukan upaya restorasi. Kerusakan yang sudah terjadi harus segera ditangani dengan kegiatan pembersihan lingkungan dan edukasi berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....