Perempuan Sangihe Tingkatkan Kualitas SDM

  • 07 Mar 2026 07:21 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Perempuan di Kabupaten Kepulauan Sangihe didorong untuk terus berani mengambil peran dalam berbagai bidang, baik pendidikan, pekerjaan maupun kepemimpinan. Perempuan dinilai memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh kesempatan berkembang dan berkontribusi bagi daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dr. Femmy Montang, SE, Ak, MAcc dalam Dialog Interaktif yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Tahuna, Jumat 6 Maret 2026.

Menurutnya, momentum dialog yang disiarkan secara langsung menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada para perempuan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe agar berani mengambil peluang yang ada.

Ia menegaskan bahwa perempuan harus berani berpendidikan, berani bekerja, dan juga berani memimpin karena memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Dalam dialog yang sama, Ketua LKP Sangihe Learning Center, Celine Army Sandil yang turut hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa perempuan di Sangihe perlu memiliki keberanian untuk terus belajar dan membuka diri terhadap berbagai peluang.

Menurutnya, jika dirinya bisa berkembang hingga saat ini, maka perempuan lain juga memiliki kesempatan yang sama selama mau berusaha, berkomunikasi, bertanya dan membuka diri untuk belajar.

Ia juga menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya sangat terbuka bagi perempuan yang ingin berbagi pengalaman, belajar keterampilan maupun saling mendukung dalam meningkatkan kapasitas diri.

Sementara itu, dalam sesi dialog interaktif, seorang pendengar bernama Hulik Manahede dari Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, mengajukan pertanyaan melalui pesan WhatsApp Pro 1 RRI Tahuna mengenai sektor potensial yang dapat dikembangkan oleh perempuan di wilayah perbatasan untuk meningkatkan daya saing SDM.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe mengapresiasi pertanyaan tersebut dan menyebutnya sebagai pertanyaan yang sangat baik dan relevan.

Ia menjelaskan bahwa secara khusus pihaknya tidak membatasi jenis pekerjaan berdasarkan gender, namun lebih melihat potensi daerah serta karakteristik masyarakat untuk menentukan arah program pengembangan tenaga kerja.

Saat ini, berdasarkan data yang ada, jumlah pencari kerja terbesar di Kabupaten Kepulauan Sangihe berasal dari lulusan SMA dan lulusan SD yang belum bekerja, sehingga program pelatihan diarahkan untuk kelompok tersebut.

Salah satu peluang kerja yang cukup banyak dibutuhkan saat ini adalah pekerjaan di bidang pengasuhan, seperti merawat orang tua lanjut usia maupun menjaga anak, yang dapat dilakukan melalui pelatihan keterampilan tanpa harus menempuh pendidikan formal di bidang keperawatan.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....