Kepala BPS Sangihe Jelaskan Kenaikan Angka Kemiskinan dan Isu Konsumsi Sagu
- 27 Feb 2026 16:50 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, SST, M.SE, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 angka kemiskinan makro di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kenaikan menjadi 10,91 persen. Angka tersebut merupakan persentase penduduk miskin tertinggi di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan pendengar dalam dialog interaktif di Pro 1 Radio Republik Indonesia Tahuna, sekaligus meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa konsumsi sagu identik dengan kemiskinan. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan metodologi pengukuran kemiskinan yang digunakan BPS.
Eko menjelaskan, pengukuran kemiskinan didasarkan pada besaran pengeluaran untuk 52 komoditas makanan yang telah ditetapkan secara nasional. Sementara itu, sagu sebagai pangan lokal tidak termasuk dalam daftar komoditas yang diperhitungkan.
“Jadi meskipun seseorang mengeluarkan biaya konsumsi yang cukup besar untuk sagu, nilai tersebut tidak dihitung dalam indikator pemenuhan kebutuhan makanan,:ujarnya.
Ia mencontohkan, jika garis kemiskinan berada di angka Rp350 ribu dan total konsumsi masyarakat Rp400 ribu, namun Rp100 ribu digunakan untuk membeli sagu, maka yang dihitung hanya Rp300 ribu. Karena berada di bawah garis kemiskinan, masyarakat tersebut tetap dikategorikan miskin.
“Untuk itu, BPS telah mengusulkan agar bahan pangan berbasis kearifan lokal seperti sagu dapat diakomodir dalam metodologi pengukuran,”katanya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....