Mengikut Kristus Bukan Jalan Mudah dan Murah

  • 22 Feb 2026 12:03 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Renungan firman Tuhan dari Lukas 9 ayat 57 sampai 62 kembali mengingatkan umat percaya bahwa mengikut Kristus bukanlah perkara mudah dan murah. Dalam perikop tersebut, Yesus menegaskan harga sebuah pemuridan: komitmen total tanpa tawar-menawar.

Hal ini disampaikan Pendeta Oktivani Towoliu Tingginehe dalam khotbahnya pada Program Mutiara Pagi Kristen di Prosatu Tahuna. Pendeta Tingginehe menyoroti realitas kehidupan orang percaya masa kini.

“Di sekeliling kita, Injil kerap “dibarter” terlalu mudah. Ketika orang berkata bahwa hidup secara Kristen itu sukar, sering kali jawaban yang muncul justru meremehkan: seolah-olah mengikut Kristus adalah perkara ringan, “ kata Pendeta Tingginehe

Padahal, lanjutnya, Injil tidak pernah mudah dan tidak pernah murah. Jalan yang ditempuh adalah jalan penderitaan, jalan salib, dan jalan kematian. Harga yang dibayar bukanlah harga sembarangan, melainkan nyawa Putra Allah. Setiap upaya menjadikan Injil mudah dan murah, sesungguhnya adalah usaha meremehkan pengorbanan Kristus.

Dalam Lukas 9:57-62, Yesus memberi respons tegas kepada orang-orang yang ingin mengikuti-Nya tetapi masih menyimpan syarat dan alasan. Ada yang ingin menunda karena urusan keluarga, ada pula yang ingin berpamitan terlebih dahulu. Namun Yesus menekankan bahwa siapa yang telah meletakkan tangan pada bajak dan menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi gereja masa kini. Ketertarikan kepada Injil yang didasarkan pada kemudahan dan keuntungan pribadi berpotensi melahirkan kemunafikan serta kesia-siaan. Mengikut Kristus menuntut ketaatan penuh dan menyeluruh, bukan komitmen setengah hati.

Pendeta Oktivani menegaskan bahwa semangat mengikut Kristus harus dibarengi dengan kesediaan memikul salib setiap hari. Pemuridan sejati berarti rela meninggalkan kenyamanan, menanggalkan kepentingan diri, dan hidup dalam ketaatan total kepada Tuhan.

Firman Tuhan ini menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk memeriksa kembali motivasi mengikut Kristus. Apakah karena kemudahan dan berkat semata, atau karena kesadaran akan kasih dan pengorbanan-Nya yang begitu besar?

Mengikut Kristus memang tidak mudah. Namun di dalam ketaatan yang utuh, ada kemuliaan dan kehidupan kekal yang dijanjikan bagi setiap orang yang setia sampai akhir.(Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....