Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Sangihe dan FKUB Gelar Doa Lintas Iman
- 10 Sep 2026 14:04 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, Kementerian Agama, dan Badan Adat Sangihe akan menggelar doa bersama lintas iman dan doa adat untuk menyikapi kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan menindaklanjuti usulan masyarakat Tabukan Utara, Hulik Manahede dalam program Halo RRI, Rabu, 9 September 2026.
“Permohonan kami kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, kiranya dapat mengeluarkan maklumat atau imbauan agar masyarakat melakukan doa dan ibadah sesuai agama serta kepercayaan masing-masing, memohon kepada Tuhan agar segera diturunkan hujan.” Ujar Hulik.
Kemarau berkepanjangan telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi ini antara lain menyebabkan keterbatasan pasokan air bersih serta kebakaran di kawasan Pegunungan Api Awu.
Ketua FKUB Sangihe, Pendeta Leopol Tamalawe, mengatakan doa bersama tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memohon belas kasih Tuhan, Sang Pemilik dan Penguasa alam semesta, agar masyarakat diberikan pertolongan, kekuatan, dan hikmat dalam menghadapi kondisi alam saat ini.
"Selain memanjatkan doa, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga dan bersahabat dengan alam," ucapnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan yang bertanggung jawab guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh fenomena alam.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga mengapresiasi para pimpinan dan tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh umat yang telah melaksanakan doa di tempat ibadah masing-masing.
Di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial juga terus didorong. Masyarakat diharapkan saling membantu dan berbagi dengan warga yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak kemarau dan keterbatasan air bersih.
Seluruh masyarakat Sangihe diimbau tetap kuat, bersatu, dan bijaksana menghadapi kondisi alam. Upaya menjaga lingkungan juga dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama untuk menghadapi dampak kemarau berkepanjangan. (Milani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....