Sebanyak 48 Grup Masamper Akan Tampil pada Lomba Oikumene Bermazmur

  • 24 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Lomba Masamper Oikumene Bermazmur resmi digelar pada Kamis (23/7/2026) yang diselenggarakan oleh GMIST Oikumene Lesabedi Kampung Manalu, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian seni budaya khas Sangihe sekaligus mempererat tali persaudaraan antargrup masamper dalam semangat kebersamaan dan pelayanan.

Lomba yang berlangsung tanggal 23 24 dan 26 juli 2026 tersebut diikuti 48 grup masamper dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan dari luar daerah. Ke-48 grup masamper terbagi dalam tiga kategori, yakni Seri B Putra, masamper Wanita, dan putra seri A.

Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Oikumene Lesabe, Pdt. Allbert Madonsa, M.Th, mengatakan pelaksanaan lomba merupakan bagian dari program pencarian dana pembuatan gereja dan disamping itu juga untuk menjaga kelestarian budaya masamper yang dipadukan dengan pelayanan melalui puji-pujian kepada Tuhan.

"GMIST Oikumene lesabe punya program yaitu Pembangunan gereja, yang dalam hal ini membuat kegiatan Oikumene Bermazmur Masamper. Yang di harapkan jemaat lewat kegiatan ini bersyukur akan berkat tuhan dan melalui perlombaan ini ada nuansa budaya yang di lestarikan" kata Madonsa..

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Jemaat Oikumene Lesabe, Adolof Lahipe, S.Pd, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan lomba berlangsung tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan serta antusiasme dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir dapat tersampaikan.

"Memang kedepan nya supaya tetap di budayakan sampai ke akar-akar, karna dilihat dari antusiasme masyarakat sangat besar mulai dari anak-anak muda hingga dewasa. Di harapkan juga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, aman dan bisa mendapatkan hasil yang seperti di harapkan. " ucap Adolof.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan lomba. Banyak warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan penampilan setiap grup yang membawakan mazmur dan pujian dengan ciri khas masamper Sangihe.

Melalui penyelenggaraan Lomba Masamper Oikumene Bermazmur, panitia berharap tradisi masamper tetap terjaga sebagai warisan budaya masyarakat Kepulauan Sangihe, sekaligus menjadi media mempererat persekutuan antarjemaat dan membangun kebersamaan dalam kehidupan bergereja. (MasDip)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....