Lomba Masamper Oikumene Bermazmur Ajang Pelestarian Seni Budaya

  • 24 Jul 2026 20:58 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Lomba Masamper Oikumene Bermazmur dimulai Kamis 23 juli 2026 di Kampung Lesabe I, Manalu Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Oikumene Lesabe, Pdt. Allbert Madonsa,M.Th.

Pendeta Madonsa ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Oikumene mengatakan dengan kegiatan ini jemaat boleh bersyukur atas kebaikan Tuhan. Selain itu kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali persaudaraan baik peserta maupun masyarakat.

"Jemaat GMIST Oikumene Lesabe mempunyai program yaitu untuk pembangunan gereja. Dalam hal ini melaksanakan kegiatan Oikumene Cup Sepak bola dan Oikumene Bermazmur yaitu lomba masamper, " kata Madonsa.

Lomba Masamper Oikumene Bermazmur diikuti sebanyak 45 grup. Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, tetapi juga datang dari Manado, Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga Inobonto.

Penampilan salah satu peserta masamper putra seri B pada lomba Oikumene Bermazmur, Kamis 23 juli 2026 di kampung Lesabe 1 Manalu Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Dokumentasi/RRI Merry)

Masyarakat yang memadati lokasi kegiatan menunjukkan bahwa masamper tetap menjadi seni budaya yang diminati berbagai kalangan. Ajang ini juga menjadi sarana mengangkat budaya lokal sekaligus mempererat tali persaudaraan.

"Dalam masamper ada sastra daerah disana segala yang dimuat dalam syair itu punya makna tersendiri ada nuansa adat. Selain itu lomba masamper ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya Sangihe, " ucap ketua jemaat GMIST Oikumene Lesabe.

Perlombaan dibagi dalam tiga kategori, yakni Masamper Putra Seri B, Masamper Wanita, dan Masamper Putra Seri A. Berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 23, 24, dan 26 Juli 2026.

Lomba Masamper Oikumene Bermazmur sebelumnya sempat tertunda akibat bencana tanah longsor yang menutup akses menuju Kampung Lesabe 1 sebagai lokasi pelaksanaan. Setelah akses kembali dapat dilalui, panitia akhirnya memastikan kegiatan terlaksana dengan harapan mampu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat persekutuan melalui puji-pujian kepada Tuhan.(MS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....