Menghidupi Sabda Bahagia dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 15 Jun 2026 23:12 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, dalam acara Mimbar Agama Katolik di Prosatu RRI Tahuna, mengajak umat untuk menghayati Sabda Bahagia sebagai pedoman hidup orang Kristiani. Dalam seruan apostolik Gaudete et Exsultate, Paus Fransiskus menegaskan bahwa Sabda Bahagia adalah identitas setiap pengikut Kristus.

"Melalui sabda ini, Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang rendah dan terbuka kepada Allah,"ucapnya.

Orang yang miskin di hadapan Allah adalah mereka yang menyadari keterbatasannya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup. Sementara itu, mereka yang berdukacita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sedang mengalami penderitaan, melainkan hadir untuk menghibur dan menguatkan mereka dalam setiap pergumulan.

"Yesus juga menyatakan, Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran. Sabda ini mengajak umat untuk hidup dalam kejujuran, keadilan, dan kesetiaan kepada kehendak Allah, meskipun terkadang harus menghadapi tantangan dan pengorbanan. Kebenaran Allah menjadi sumber kekuatan yang memberi makna bagi perjalanan hidup,"katanya.

Melalui renungan ini, umat diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, rendah hati di hadapan Tuhan, serta setia mencari dan menghidupi kebenaran. Dengan demikian, Sabda Bahagia tidak hanya menjadi pesan Injil, tetapi sungguh nyata dalam kehidupan sehari-hari. (alvrina)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....