Juara FLS3N: Riset Tokoh Adat Kunci Inovasi Tari

  • 29 Apr 2026 17:45 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Melakukan inovasi pada tarian tradisional sering kali berisiko berbenturan dengan pakem atau aturan adat yang sudah ada sejak turun-temurun. Untuk menyiasati hal tersebut, riset mendalam dan konsultasi dengan pemuka adat menjadi langkah wajib yang harus dilakukan oleh para penari muda sebelum memodifikasi gerakan tradisional menjadi tari kreasi baru.

Kisah inspiratif ini dibagikan oleh seniman muda Sangihe, Yeskri Eka Putra Markus, dalam dialog khusus memperingati Hari Tari Internasional di Pro2 RRI Tahuna, Rabu (29/4/2026).

Menanggapi adanya potensi kritik dari para maestro atau senior tari terkait perubahan gerak tradisi, Yeskri menekankan bahwa karyanya, "Alunan Lapasi", dibangun di atas landasan informasi yang akurat. Ia dan timnya tidak berani sembarangan mengubah gerakan sebelum mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

"Sebelum kami membuat gerakan dan sinopsis, kami betul-betul mencari informasi ke beberapa tua-tua adat. Hal ini penting untuk menjaga landasan tarian kami, sehingga ketika ada yang bertanya atau komplain, kami sudah memiliki landasan budaya yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Yeskri.

Dalam pandangannya, banyak tarian asli Sangihe yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi tari kreasi baru bertaraf internasional. Salah satunya adalah Tari Alabadiri. Yeskri menilai unsur-unsur properti dan filosofi dalam Tari Alabadiri sangat kaya untuk dikolaborasikan secara modern.

Sebagai pemuda yang pernah membawa nama Sangihe ke tingkat nasional, Yeskri mengajak rekan sejawatnya untuk rajin menghadiri acara adat, seperti perayaan Tulude setiap 31 Januari. Menurutnya, melihat langsung prosesi adat adalah cara paling efektif untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya sendiri di tengah gempuran budaya luar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....