Berkurban, Bentuk Ketaatan Tertinggi Seseorang Kepada Allah SWT

  • 26 Apr 2026 18:54 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID - Tahuna: Ibadah kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha dan hari raya Tasyrik 10-13 Dzulhijjah. Kurban berasal dari bahasa Arab, qurban wa qurbanan wa qirbanan, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Dilihat dari segi sosial, Berkurban bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada hari raya Idul Adha. Sebagai syi'ar islam yang agung dan ketundukan kepada perintah Allah SWT, bagi yang memiliki kelapangan rizki.

Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang dianjurkan. Ibadah yang paling utama pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan untuk kurban karena Allah.

Sebab pada hari kiamat nanti, hewan itu akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh seperti didunia. Setiap anggotanya tidak ada yang kurang sedikit pun dan semuanya akan menjadi nilai pahala baginya.

Sementara itu dari beberapa hadist disebutkan, bahwa orang yang sudah mampu berkurban, tetapi tidak melaksanakannya. Maka ia dilarang mendekati tempat shalat Rasulullah atau majelis kebaikan lainnya.

Berkurban menunjukkan ketulusan dan ketaqwaan, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim as yang bersedia mengorbankan Nabi Ismail as atas perintah Allah. Berkurban berpahala besar, setiap helai bulu hewan kurban dihitung sebagai kebaikan atau pahala.(UMY)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....