Pelestarian Budaya Warnai Perayaan Jumat Agung
- 03 Apr 2026 12:34 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID TAHUNA – Tradisi masamper merupakan kesenian vokal khas masyarakat Nusa Utara yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Nusa Utara. Warisan budaya ini dikenal melalui harmonisasi suara berkelompok, baik dalam kehidupan sosial maupun kegiatan keagamaan.
Nilai pelestarian tersebut pun tampak dalam ibadah Jumat Agung di KGPM Sidang Elim Tuminting, di mana jemaat disuguhkan penampilan masamper yang dibawakan oleh kelompok anak-anak muda.
Penampilan ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat masamper umumnya lebih sering dibawakan oleh kalangan orang tua. Kehadiran generasi muda memberikan warna baru sekaligus menunjukkan bahwa tradisi ini tetap diminati dan diwariskan lintas generasi.
Pujian Masamper yang dibawakan dengan tempo middle low dan pembawaan yang tenang, selaras dengan makna Jumat Agung yang mengajak jemaat untuk merenung dan menghayati kasih pengorbanan Kristus.
| Baca juga: AkadBahasa Daerah Sangihe Terancam Punah |
Keterlibatan generasi muda dalam membawakan masamper menjadi tanda positif dalam upaya pelestarian budaya. Meski dibawakan dengan gaya yang lebih lembut dan tidak seenergik biasanya, esensi dari tradisi ini tetap terjaga dan mampu menyentuh hati jemaat.
Hal ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk merawat dan memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi penerus.
Kehadiran anak muda dalam tradisi masamper menjadi harapan bahwa warisan budaya daerah akan terus hidup dan berkembang.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....