AkadBahasa Daerah Sangihe Terancam Punah

  • 28 Feb 2026 13:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Bahasa daerah sebagai identitas budaya kini menghadapi tantangan serius di tengah arus globalisasi. Bahasa Sangihe, yang berasal dari wilayah Kepulauan Sangihe, menjadi salah satu yang disorot karena mengalami penurunan penggunaan, khususnya di kalangan generasi muda.

Akademisi muda, Forsando Mehare, SIK, M.Sc., menilai persoalan Bahasa Sangihe bukan sekadar soal relevan atau tidak. Menurutnya, secara umum bahasa ini memang mengalami degradasi dalam penggunaan sehari-hari.

“Secara khusus bagi generasi muda di kota sangat jarang menggunakan Bahasa Sangihe. Tidak menutup kemungkinan suatu saat bahasa ini akan punah,” ujar Forsando

Fenomena ini terlihat jelas di wilayah perkotaan, di mana Bahasa Indonesia dan bahasa gaul lebih dominan dalam komunikasi. Sementara itu, penggunaan Bahasa Sangihe lebih banyak dijumpai di wilayah kampung dan dalam lingkup adat tertentu.

Di lingkungan perguruan tinggi sendiri, Forsando mengakui adanya keterbatasan dalam menghadirkan mata kuliah khusus bahasa daerah di dalam kurikulum resmi. Namun demikian, menurutnya masih ada ruang alternatif untuk tetap menghidupkan Bahasa Sangihe di dunia akademik.

“Kita bisa menggunakan di luar kurikulum, misalnya menjadikannya sebagai bahasa pengantar untuk memulai perkuliahan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa generasi muda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan nilai-nilai budaya dan bahasa, termasuk Bahasa Sangihe. Karena itu, pendekatan pelestarian harus menyesuaikan dengan karakter anak muda masa kini.

Generasi muda yang identik dengan media sosial dinilai memiliki peluang besar untuk ambil bagian dalam pelestarian bahasa. Pembuatan konten-konten berbahasa Sangihe di berbagai platform digital bisa menjadi salah satu wadah strategis untuk menjaga eksistensi bahasa daerah tersebut.

“Media sosial bisa menjadi ruang kreatif untuk melestarikan Bahasa Sangihe. Ini salah satu cara agar bahasa ini tetap hidup dan dikenal luas,” tambah Forsando.

Dengan kolaborasi antara dunia akademik dan kreativitas generasi muda, Bahasa Sangihe diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. (Arsitini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....