Daya Beli Menurun, Pedagang Rempah di Pasar Manganitu Kurangi Pasokan

  • 02 Okt 2026 09:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Penurunan daya beli masyarakat mulai dirasakan pedagang rempah-rempah di Pasar Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi ini berdampak pada penurunan penjualan dan pendapatan pedagang, bahkan sebagian barang dagangan rusak karena tidak habis terjual.

Penjual rempah-rempah di Pasar Manganitu, Elisabeth Kabaikang, mengatakan, jumlah barang yang didatangkan untuk dijual kini hanya sekitar dua kali dalam seminggu. Sementara itu, biaya untuk mendatangkan barang bisa mencapai tiga kali dalam seminggu.

“Pendapatan sekarang menurun karena barang tidak banyak terjual. Bahkan, ada barang yang rusak karena tidak habis terjual,” ujar Elisabeth.

Di tengah penurunan penjualan, harga sejumlah komoditas masih tinggi. Tomat dijual sekitar Rp18 ribu per kilogram, rica atau cabai mencapai Rp160 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut juga dirasakan warga sebagai konsumen. Wawu mengatakan, kenaikan harga barang membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang harga barang naik, sehingga masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” kata Wawu.

Penurunan hasil panen akibat fenomena El Niño dan musim kemarau berkepanjangan diduga turut memengaruhi pasokan sejumlah komoditas pertanian.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pedagang dan konsumen di Pasar Manganitu, di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan tingginya harga kebutuhan pangan.(Anton)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....