Kristus Menjadi Prioritas Utama Hidup Beriman

  • 29 Sep 2026 15:24 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Injil Matius 10 ayat 37 sampai 42 mengajak umat memahami bahwa kasih kepada Kristus harus menjadi dasar seluruh kasih dalam kehidupan manusia. Ucapan Yesus tentang kasih kepada orang tua bukan larangan mencintai keluarga, melainkan penegasan bahwa Allah harus menjadi prioritas.

Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengatakan keluarga, pekerjaan, sahabat, harta, dan cita-cita tetap penting tetapi semuanya tidak boleh menggantikan tempat Tuhan sebagai pusat kehidupan. Mengasihi Yesus berarti berani menentukan prioritas serta menata waktu, tenaga, keputusan, dan seluruh perhatian sesuai kehendak Allah setiap hari.

Kadang manusia lebih takut kehilangan pekerjaan daripada kehilangan kedekatan dengan Tuhan sehingga keberhasilan dapat menggeser kehidupan rohani mereka. Mengikuti Kristus juga berarti bersedia memikul salib melalui kesetiaan dalam menghadapi kesulitan dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari.

"Salib dapat hadir ketika seseorang bersabar, mengampuni, tetap jujur, setia dalam perkawinan, serta percaya kepada Tuhan dalam pencobaan. Kesetiaan kepada Kristus tidak berarti hidup tanpa masalah melainkan tetap berpegang kepada Tuhan ketika berbagai persoalan datang menghampiri,"ujarnya dalam acara Mimbar Agama Katolik, (28/9/2026). .

Yesus mengajarkan bahwa memberikan hidup demi Kristus justru membawa manusia menemukan kehidupan sejati melalui kasih dan pelayanan tulus. Orang tua berkorban bagi anak, pasangan saling memberikan diri, sementara umat dipanggil melayani sesama tanpa selalu menuntut penghargaan.

Dalam kasih yang diberikan dengan tulus, seseorang dapat menemukan kebahagiaan mendalam yang melampaui kepentingan dan kenyamanan pribadi semata. Yesus juga menegaskan bahwa kebaikan kecil tidak pernah sia-sia ketika dilakukan dengan kasih kepada sesama manusia yang membutuhkan.

"Memberikan air, makanan, waktu, perhatian, atau pertolongan sederhana dapat menjadi wujud kasih yang bermakna bagi orang sekitar kita. Umat diajak bertanya apakah Tuhan sungguh menjadi yang pertama dalam hidup, bukan sekadar hadir dalam ibadah,"ucapnya.

Ketika Tuhan menjadi pusat kehidupan, keluarga dicintai lebih tulus, pekerjaan dijalankan jujur, dan sesama dilayani dengan rendah hati. Karena itu, umat dipanggil menempatkan Kristus sebagai prioritas, setia memikul salib, serta melakukan kebaikan kecil dengan kasih tulus. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....