OJK Soroti Gap Akses Permodalan, TPAKD Didorong Pastikan Sektor Ril Naik Kelas
- 16 Sep 2026 16:20 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya dalam mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan formal.
Hal tersebut disampaikan Robert H.P. Sianipar, Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, usai kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurut Sianipar, kedua agenda tersebut memiliki tujuan strategis. Gencarkan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai lembaga keuangan formal serta cara mengelola keuangan secara cerdas.
Sedangkan forum Rapat TPAKD menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah ditetapkan sekaligus mempertemukan pemerintah daerah dengan lembaga jasa keuangan.
“Untuk program Gencarkan kegiatan ini tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Realitas selama ini masih ada gap yang cukup besar karena tingkat inklusi masih lebih tinggi dari literasi, termasuk untuk segmen masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan,” ujar Robert.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bagaimana mengelola keuangan secara tepat, termasuk memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga.
Edukasi seperti ini dinilai penting agar masyarakat, khususnya nelayan, petani dan pelaku UMKM, mampu mengelola keuangan dengan lebih baik sekaligus memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
OJK memastikan kedepan akan meningkat pembiayaan terhadap pelaku usaha di berbagai sektor dari Perbankan seiring komitmen bersama memajukan ekonomi daerah.
"Berharap sektor ril pertanian, nelayan, UMKM Sangihe akan naik kelas dengan ada dukungan permodalan perbankan," kuncinya.
(Anthon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....