Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Bantu Buka Akses Pembiayaan Masyarakat
- 16 Sep 2026 06:01 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna — Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi instrumen nyata pemerintah daerah dalam membuka akses pembiayaan bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi forum rapat dan penyusunan program.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Sangihe Michael Thungari dalam sambutannya ketika membuka rapat pleno TPAKD diruang serbaguna rumjab Bupati Senin, 15 September 2026.
Bupati Michael Thungari menegaskan, ukuran keberhasilan TPAKD harus dilihat dari jumlah masyarakat yang berhasil mengakses pembiayaan formal, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kondisi ekonominya.
“TPAKD harus menjadi instrumen untuk membuka pintu akses keuangan bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan kita bukan berapa kali kita gelar rapat atau berapa banyak program yang disusun, tetapi eksyen dilapangan dimana seberapa banyak masyarakat Sangihe yang akhirnya bisa mengakses pembiayaan, mengembangkan usaha, dan naik kelas secara ekonomi,” ujar Thungari.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati memberikan empat arahan strategis kepada pengurus TPAKD dan lembaga jasa keuangan. Pertama, setiap program harus memiliki target terukur dengan data riil mengenai UMKM, nelayan dan petani yang berhasil masuk ke sistem keuangan formal.
Kedua, sektor produktif harus diperkuat dengan mendorong perbankan memperluas pembiayaan ke sektor potensial Sangihe, seperti perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ketiga, digitalisasi layanan keuangan perlu dipercepat untuk menjawab tantangan geografis Sangihe sebagai daerah kepulauan. Digitalisasi diharapkan memudahkan masyarakat di pulau-pulau kecil memperoleh layanan keuangan tanpa harus selalu datang ke pusat kota.
Keempat, TPAKD diminta menyusun program yang benar-benar berbasis karakter kepulauan dan kebutuhan masyarakat lokal, bukan sekadar mengadopsi program dari daerah daratan.
“Mari kita satukan data dan program dalam satu peta jalan (roadmap) serta database yang terintegrasi. Rapat pleno hari ini harus menghasilkan keputusan aksi, bukan hanya notulen,” tegasnya.
Thungari juga meminta sektor perbankan mencari solusi terhadap keluhan masyarakat mengenai rumitnya administrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya bagi masyarakat yang baru akan memulai usaha.
Rapat pleno TPAKD Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut turut dihadiri Direktur Operasional Bank SulutGo Luisa Parengkuan, Penjabat Sekda Kepulauan Sangihe, jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan perbankan serta seluruh anggota TPAKD. (Anthon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....