Iman Menuntut Keberanian Menghadapi Penolakan dan Menyangkal Diri
- 02 Sep 2026 10:36 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengingatkan umat tentang tantangan dalam menjalani kehidupan iman. Menurutnya, kesetiaan kepada Allah membutuhkan keberanian menghadapi penolakan dan menyangkal diri.
Melalui Lukas 4:16-30 dan Matius 16:21-27, Kristus mengajarkan pentingnya kesetiaan terhadap kehendak Allah. Yesus tetap menjalankan perutusan-Nya meski menghadapi penolakan masyarakat di kampung halaman-Nya.
"Di Nazaret, Yesus menyampaikan kabar baik, pembebasan, dan pemulihan kepada masyarakat. Namun, mereka menolak pesan-Nya karena kesombongan serta harapan yang berpusat pada kepentingan pribadi,"ujarnya dalam acara Mimbar Agama Katolik di Prosatu RRI Tahuna, (31/8/2026).
Febiyola menjelaskan, masyarakat lebih mengharapkan mujizat daripada pertobatan dan keterbukaan terhadap kehendak Allah. Ketika Yesus menyampaikan kebenaran, mereka marah dan berusaha mencelakai-Nya.
Dalam Matius, Yesus menegur Petrus karena lebih memikirkan kehendak manusia daripada kehendak Allah. Yesus menegaskan bahwa menjadi murid berarti menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya.
Ia juga mengingatkan bahwa kekaguman, kedudukan, dan keberhasilan tidak menjamin seseorang selalu diterima. Ia mencontohkan Soeharto yang mengundurkan diri pada 1998 setelah menghadapi tekanan reformasi.
"Umat perlu menghindari sikap mendengar secara selektif dalam kehidupan iman dan doa. Umat diajak membuka hati terhadap kehendak Allah, meski tidak selalu sesuai dengan kenyamanan pribadi,"katanya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....