Bupati Sangihe Thungari Kunjungi BNPB Bawah Proposal Penanganan Rumah Rusak

  • 31 Agt 2026 14:24 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kerinduan masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak setelah mengalami musibah bencana gempa, banjir dan tanah longsor dimana rumah rusak berat bahkan sebagian hilang menjadi atensi pimpinan daerah.

Harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman bersama keluarga, persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe saat membawa aspirasi masyarakat terdampak bencana hingga ke Jakarta.

Pada kamis (27/8/2026), Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama pimpinan dan anggota DPRD, Pj. Sekda, serta BPBD Sangihe melakukan audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rombongan diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB melalui bantuan hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Tahun 2024.

"Sebagai pimpinan daerah tentunya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuannya bagi masyarakat Sangihe,

Bantuan tersebut telah dilaksanakan melalui pekerjaan fisik dan seluruh pekerjaannya telah selesai," ucap Bupati.

Thungari menjelaskan kebutuhan masyarakat Sangihe akibat bencana masih sangat dibutuhkan setelah Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR, tanah longsor hingga banjir bandang telah meninggalkan dampak bagi masyarakat.

Salah satu persoalan yang kini membutuhkan perhatian adalah rumah warga yang mengalami kerusakan.

Karena itu, Bupati membawa proposal bantuan penanganan rumah warga terdampak bencana untuk mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat melalui BNPB.

“Dengan keterbatasan fiskal daerah, kita berharap dukungan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.

Gayung bersambut. Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB menyampaikan bahwa usulan perbaikan rumah warga terdampak gempa bumi dan bencana hidrometeorologi tersebut akan ditangani.Bagi masyarakat yang terdampak, dukungan tersebut tentu bukan sekadar angka dalam sebuah proposal. Di balik setiap rumah yang rusak, ada keluarga yang ingin kembali merasa aman, ada aktivitas kehidupan yang ingin dipulihkan, dan ada harapan agar bencana tidak meninggalkan beban berkepanjangan. (Anthon)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....