Yesus Mengjak Murid Menyangkal Diri, Memikul Salib dan Mengikuti-Nya
- 30 Agt 2026 07:45 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Yesus mengajarkan tiga kualitas yang harus dimiliki seorang murid sejati, yakni menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Ketiga hal tersebut bertolak belakang dengan sikap egois yang hanya mengutamakan kepentingan dan kenyamanan pribadi.
Sebagai murid Yesus, umat diajak meninggalkan kesenangan duniawi yang hanya memberikan euforia sesaat, bukan kedamaian dan sukacita batin. Menyangkal diri berarti berani melepaskan keinginan pribadi yang dapat menjauhkan seseorang dari kehendak Tuhan.
Febiyola Silangen, Penyuluh Agama Katolik, kepada rri.co.id, mengatakan memikul salib berarti berani menghadapi ketidakadilan dan kejahatan yang menindas kaum lemah. Selain itu, umat juga dipanggil untuk berani menghadapi kelemahan diri sendiri dan terus berjuang memperbaikinya. Bagi murid sejati, Yesus menjanjikan keselamatan, bukan kesenangan sesaat maupun kenyamanan pribadi.
"Pengorbanan menjadi bagian dari perjalanan untuk memperoleh kehidupan yang kekal. Tuhan menjanjikan kemenangan dan senantiasa menyertai serta mengarahkan umat untuk berjalan di jalan-Nya. Karena itu, setiap murid dituntut untuk setia, tekun, sabar, dan bersedia berkorban dalam mengikuti-Nya," kata Febiyola.
Sementara itu, Nabi Nahum mewartakan berita damai dan kabar sukacita bagi bangsa yang mengandalkan Tuhan. Bangsa yang lalim dan penuh kekerasan akan menerima hukuman, sementara kejahatan mereka akan tersingkap. Kehancuran akan menimpa kota dan para penghuninya sebagai akibat dari perbuatan mereka.
"Nabi Nahum menyampaikan, Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu (Nah. 1:15a). Pesan tersebut menegaskan bahwa Tuhan menyampaikan kabar damai dan keselamatan kepada umat-Nya, yang hendaknya diterima dengan sukacita dan diwujudkan dalam kehidupan,"ucap Febiyola.
Pemazmur juga menegaskan keadilan dan kasih Tuhan kepada umat yang setia. Tuhan akan memberikan keadilan kepada umat-Nya dan menyayangi hamba-hamba-Nya. Karena itu, umat diajak meninggalkan egoisme, berani memikul tanggung jawab iman, serta tetap setia mengikuti jalan Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....