Belajar dari Kaleb untuk Tetap Setia Menanti Janji Tuhan
- 30 Agt 2026 07:42 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Kisah Kaleb dalam Alkitab menjadi teladan tentang bagaimana seseorang tetap setia kepada Tuhan, bukan hanya pada awal perjalanan iman, tetapi hingga akhir hidupnya. Dari kehidupan Kaleb, umat kristiani diajak belajar untuk tetap teguh dalam penantian dan percaya pada janji Tuhan.
Pendeta Boyke S. Dehoop, S.Th, mengatakan Kaleb menunjukkan bahwa kehidupan yang dijalani merupakan hasil pemeliharaan dan kemurahan Tuhan. Setelah melewati perjalanan panjang bersama bangsa Israel, ia tetap menyadari bahwa kekuatan yang dimilikinya bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan karena anugerah Tuhan.
"Ia juga menjadi contoh dalam mempertahankan iman meskipun harus menunggu selama 45 tahun sejak janji Tuhan disampaikan melalui Musa. Dalam perjalanan tersebut, menghadapi berbagai kesulitan, tantangan, dan pergumulan, tetapi tidak membiarkan keadaan mengubah hatinya untuk meninggalkan Tuhan,"ujarnya dalam acara Mimbar Agama Kristen di Prosatu RRI Tahuna.
Umat harus menyadari bahwa kehidupan iman membutuhkan ketekunan. Persoalan yang datang silih berganti dapat membuat seseorang kecewa dan kehilangan semangat dalam beribadah maupun melayani. Namun, seperti Kaleb, umat dipanggil untuk tetap memandang kehidupan sebagai anugerah Tuhan dan terus membangun hubungan dengan-Nya.
Hal berikutnya yang dapat dipelajari dari Kaleb adalah semangatnya yang tetap kuat meskipun telah berusia 85 tahun. Kekuatannya tetap seperti ketika dahulu diutus oleh Musa. Hal ini menjadi gambaran tentang iman, ketaatan, dan semangat pelayanan yang tidak mudah pudar oleh waktu.
Kaleb juga tidak ragu menghadapi tantangan ketika meminta pegunungan yang telah dijanjikan Tuhan kepadanya. Wilayah tersebut masih dihuni oleh bangsa yang kuat dan memiliki kota-kota besar, tetapi keadaan itu tidak membuatnya takut atau mundur. Ia tetap percaya dan berani mengambil bagian yang telah dijanjikan Tuhan.
"Dari teladan Kaleb, umat diajak memegang empat hal dalam kehidupan iman, yakni menyadari bahwa hidup ada karena Tuhan, tidak menyangkal kemurahan Tuhan meskipun menghadapi persoalan, menjaga semangat dan ketaatan kepada Tuhan, serta tidak ragu menghadapi tantangan,"katanya.
Keteguhan Kaleb mengingatkan umat bahwa janji Tuhan tidak bergantung pada cepat atau lambatnya waktu penggenapan. Karena itu, umat diminta tetap percaya, tidak menyerah, dan tidak mengubah sikap hati ketika menghadapi penantian yang panjang. Selama tetap setia kepada Tuhan, setiap orang harus terus melangkah dengan iman dan pengharapan. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....