Maydelin Kondoahi Buktikan Peran Ganda ASN dan Wasit Profesional

  • 18 Agt 2026 05:20 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin (17/8/2026) menghadirkan berbagai kisah inspiratif tentang arti pengabdian di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Maydelin Kondoahi, S.Kom., seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga mendedikasikan dirinya sebagai wasit bola voli profesional di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kisah inspiratif tersebut dibagikan dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna. Dalam perbincangan interaktif bertajuk "Merdeka dalam Pengabdian, Tegas dalam Integritas", Maydelin berbagi pengalaman seputar tantangan dan suka duka menjalani peran ganda sebagai abdi negara sekaligus pengadil di lapangan.

Meski memiliki dua kesibukan dengan tingkat mobilitas yang tinggi, Maydelin mampu membuktikan bahwa profesionalisme dapat terjaga berkat manajemen waktu yang baik. Sebagian besar jadwal pertandingan bola voli yang ia pimpin selalu dilangsungkan di luar jam kerja, sehingga tidak mengganggu tanggung jawab utamanya sebagai seorang ASN di kantor.

Kecintaan dan ketegasannya dalam dunia perwasitan ternyata tidak lepas dari pengaruh sang ayah, yang juga merupakan seorang ASN sekaligus wasit lintas cabang olahraga. Berbekal teladan dari keluarga, Maydelin belajar bahwa prinsip dasar seorang wasit seperti adil, tegas, dan berpegang teguh pada aturan sangat relevan diterapkan dalam pelayanan publik sehari-hari.

"Sebagai wasit, kita dituntut mengambil keputusan cepat berdasarkan aturan secara adil dan tegas tanpa intervensi. Prinsip yang sama saya bawa ketika bekerja sebagai ASN, di mana adil berarti berani mengambil keputusan yang benar berdasarkan aturan, bukan sekadar membuat semua orang senang," ujar Maydelin dalam obrolan tersebut.

Menghadapi tensi pertandingan yang tinggi serta tekanan dari penonton maupun pemain di lapangan bukanlah hal yang mudah. Namun, berkat ketenangan dan dukungan penuh dari keluarga sebagai support system utama, ia selalu mampu mengontrol emosi serta menyelesaikan tugas dengan objektif.

Menutup perbincangan di hari kemerdekaan, Maydelin berpesan kepada generasi muda Sangihe agar berani mengenali potensi diri, tidak takut memilih jalan hidup yang berbeda, serta senantiasa menjaga integritas dalam setiap proses pencapaian cita-cita. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....