Silangen Penyuluh Katolik: Keterbukaan Hati Membawa Keselamatan
- 04 Agt 2026 15:23 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen dalam program Mimbar Agama Katolik, Jumat, 31 Juli 2026, membaca Firman dalam Injil Matius 13 ayat 54-58 tentang Yesus ditolak di Nazaret.
Febiyola mengatakan, orang yang percaya pada Tuhan pasti membuka hatinya untuk bimbingan karya Tuhan, berbeda dengan orang yang menutup hati, keselamatan pasti tidak akan terjadi.
Menurut Febiyola, bacaan Injil hari ini merupakan kritik keras Tuhan Yesus atas sikap orang Nazaret yang menutup hatinya akan karya Allah melalui Yesus. Saat pulang ke Nazaret Yesus mendapat penolakan dari orang sekampung-Nya.
"Mereka bukannya bangga mempunyai seorang nabi besar dan Mesias yang dibesarkan di daerah mereka, tetapi ternyata mereka menolak Yesus karena latar belakang keluarga dan saudara-saudari Yesus," kata Febiyola.
Ia menjelaskan, Yesus heran dengan sikap penolakan dan ketidakpercayaan orang-orang sekampung halaman-Nya di Nazaret karena Yesus hanyalah anak seorang tukang kayu dan Maria seorang perempuan yang sederhana bagaimana mungkin Ia memperoleh kebijaksanaan yang luar biasa.
"Mereka menutup mata dan hati akan siapa Yesus sebenarnya, ada kesombongan dan ketidakpercayaan dalam diri mereka," ucapnya.
31 Juli, Gereja memperingati Santo Ignacio Lopez de Loyola atau Santo Ignasius Loyola (1491-1556), pendiri Serikat Yesus, Ia dilahirkan di Kastil keluarga Loyola di Spanyol. Dalam kondisi sakit waktu itu Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan orang-orang kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu, hari demi hari buku-buku itu mulai menarik perhatiannya," katanya.
Hidup Ignatius berubah pelan tapi pasti. Ia berkata kepada dirinya sendiri "Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?".
| Baca juga: Panggilan Kepada Umat Tuhan untuk Bersaksi |
Ketekunan dan keterbukaan hati Ignatius pada bimbingan Tuhan membentuk ia menjadi pribadi luar biasa inspiratif sepanjang zaman. Segala yang dilakukannya diarahkan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.
Febiyola mengatakan, ada sebuah ungkapan Santo Ignatius yang menyentuh hati "Tak ada kayu yang lebih baik untuk mengobarkan api cinta Tuhan selain kayu salib". Mengapa kayu salib? Karena kayu salib merupakan simbol kasih Allah kepada manusia.
"Yesus mengasihi manusia dan menebus dosa manusia dengan darah-Nya di kayu salib," katanya. (Herlien)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....