Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Melanda Sangihe

  • 24 Jul 2026 05:55 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID.Tahuna - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (21/7/2026) mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Berdasarkan laporan Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor, S.H., M.H., bencana terjadi di Kecamatan Kepulauan Marore dan Kecamatan Tamako.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta fasilitas umum.

"Di Kampung Marore, Kecamatan Kepulauan Marore, banjir dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 30 sentimeter menggenangi jalan dan halaman rumah warga. Air tidak sampai masuk ke dalam rumah, sehingga tidak menimbulkan kerusakan berarti," kata Edwin.

Sementara itu, dampak paling besar terjadi di Kecamatan Tamako.

Di Kampung Lelipang, banjir mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp40 juta, serta satu rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur dengan kerugian sekitar Rp20 juta.

Di Kampung Binala, banjir merusak berat satu unit rumah dengan perkiraan kerugian sekitar Rp30 juta.

Sedangkan di Kampung Pokol, banjir setinggi kurang lebih 50 sentimeter menggenangi sekitar 60 rumah warga.

Kondisi banjir di wilayah Tamako dilaporkan mulai surut pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kampung Binala.

Longsor menyebabkan sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Dua unit rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako juga terdampak dengan estimasi kerugian sekitar Rp200 juta.

"Hingga laporan disampaikan, tidak terdapat korban jiwa akibat bencana tersebut. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pendataan serta pemantauan terhadap lokasi-lokasi terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat dan menyiapkan langkah-langkah penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor menyampaikan bahwa perkembangan situasi akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai kondisi di lapangan. (Alex.D)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....