Minim Sosialisasi, Retribusi Parkir Tuai Pro Kontra
- 24 Jul 2026 05:55 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID,Tahuna - Tokoh masyarakat Sangihe, Johanes Edward Karel, menilai pro dan kontra retribusi parkir muncul akibat penarikan dilakukan petugas di luar Dinas Perhubungan tanpa sosialisasi sebelumnya dahulu.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kebingungan karena tidak memahami dasar pelaksanaan penarikan retribusi. Persoalan itu kemudian ramai diperbincangkan melalui berbagai platform media sosial oleh warga.
Setelah memperoleh penjelasan dari Kepala Dinas Perhubungan, Karel mengetahui kegiatan tersebut merupakan bagian uji petik DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah sektor parkir.
Menurutnya, pelaksanaan uji petik tersebut merupakan langkah yang sah sebagai bagian fungsi pengawasan DPRD terhadap penerimaan daerah, khususnya sektor retribusi parkir di wilayah Sangihe.
Meskipun demikian, Karel menilai pelaksanaan kegiatan seharusnya diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan, maupun persepsi negatif terhadap pemerintah dan petugas.
Ia juga menyoroti hasil uji petik yang belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya karena jumlah personel diterjunkan selama kegiatan jauh lebih banyak dibanding petugas Dinas Perhubungan.
"Perbedaan jumlah personel tersebut berpotensi memengaruhi besaran penerimaan retribusi parkir. Semakin banyak petugas bertugas, peluang pengawasan meningkat sehingga pendapatan juga dapat bertambah signifikan,"kata One Karel saat dikonfirmasi via telpon Kamis 23 Juli 2026.
Selain itu, Karel menyampaikan masih terdapat keluhan masyarakat mengenai penarikan retribusi setiap kendaraan kembali memasuki kawasan parkir, meskipun sebelumnya sudah keluar dari area tersebut.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....