DLH Sangihe Ajak Warga Kelola Sampah Bersama

  • 04 Jul 2026 09:37 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Sangihe, Veldy Damasar,SIK dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 2 juli 2026.

Menurut Veldy, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah masih terbatasnya jumlah tempat sampah di ruang publik maupun kawasan permukiman. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk segera dibenahi.

Ia menjelaskan, DLH saat ini berupaya memenuhi kebutuhan sarana kebersihan melalui anggaran pemerintah serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengadaan tempat sampah, kendaraan pengangkut sampah roda tiga maupun roda empat, sehingga pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat semakin optimal.

Selain penyediaan sarana, Veldy menilai tantangan terbesar lainnya adalah perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah di sungai dan kawasan pesisir pantai. Padahal, budaya menjaga kebersihan sebenarnya telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Sangihe.

Ia menambahkan, sampah di pesisir tidak seluruhnya berasal dari warga setempat. Sebagian merupakan sampah kiriman melalui aliran sungai, sementara kebiasaan membuang sampah sembarangan di jalan juga berpotensi membuat sampah plastik terbawa angin hingga ke laut.

Sebagai upaya penanganan, DLH bersama pemerintah pusat melalui program Indonesia Asri secara rutin melaksanakan kerja bakti setiap Selasa hingga Jumat. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.

Pada Juni lalu, DLH juga menggelar aksi bersih pantai bertepatan dengan kegiatan Car Free Day. Sementara pada Jumat pekan lalu, DLH bersama PLN UP3 Tahuna melaksanakan aksi bersih pantai dan penanaman pohon di kawasan Pantai Lesa.

Meski berbagai kegiatan telah dilakukan, petugas masih menemukan banyak sampah plastik yang berserakan, baik di daratan maupun di kawasan pesisir.

Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Veldy mengingatkan bahwa pencemaran sampah plastik dapat menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem laut.

Selain ditemukan di dalam tubuh ikan, sampah plastik juga dapat menutupi terumbu karang sehingga mengganggu siklus hidupnya. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kelestarian laut dan masa depan Kabupaten Kepulauan Sangihe.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....