Laut Bersih Jadi Tanggung Jawab Bersama Masyarakat

  • 04 Jul 2026 09:36 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Sangihe menilai sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Luasnya wilayah laut serta tingginya jumlah warga yang berprofesi sebagai nelayan menjadi modal utama dalam pengembangan ekonomi daerah.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Kepulauan Sangihe, Veldy Damasar, S.I.K, mengatakan potensi tersebut mencakup sumber daya perikanan, hasil laut, hingga beragam biota laut yang menjadi kekayaan alam Kepulauan Sangihe.

Menurut Veldy, potensi kelautan harus diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu sejalan dengan tema Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna dalam rangka Hari Kelautan Nasional, "Laut Bersih, Nelayan Sejahtera, Ekonomi Maju."

Ia menjelaskan, wilayah pesisir merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap berbagai aktivitas di daratan. Karena itu, perilaku masyarakat dalam mengelola sampah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas lingkungan laut.

Veldy menyebut, secara umum kesadaran masyarakat Sangihe terhadap lingkungan sudah cukup baik. Namun, pihaknya masih menemukan oknum yang membuang sampah ke sungai maupun langsung ke laut, terutama di kawasan perkotaan.

Hal tersebut disampaikan Veldy Damasar saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 2 juli 2026. Ia menegaskan kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan yang harus terus diatasi melalui edukasi dan sosialisasi.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih ada masyarakat yang menganggap sungai sebagai tempat paling mudah untuk membuang sampah, baik karena letaknya di belakang maupun di depan rumah.

Padahal, sampah yang dibuang ke sungai akan terbawa arus hingga bermuara ke laut. Akibatnya, kawasan pesisir menjadi lokasi penumpukan sampah yang berdampak pada kebersihan lingkungan dan ekosistem laut.

Veldy menambahkan, informasi dari komunitas penyelam di Kepulauan Sangihe menunjukkan masih banyak sampah ditemukan saat kegiatan snorkeling maupun penyelaman. Bahkan, sampah tersebut menutupi terumbu karang di sejumlah lokasi pesisir sehingga berpotensi merusak habitat biota laut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai, pesisir, dan laut demi keberlanjutan sumber daya kelautan serta kesejahteraan nelayan.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....