Masyarakat Diminta Aktif Awasi Program MBG

  • 26 Jun 2026 20:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ketua LP KPK Cabang Sangihe, Johan Adler Fredrik Lukas, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas pelayanan yang diterima para penerima manfaat.

Dalam Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Tahuna, Rabu 24 Juni 2026, Johan mengatakan pengawasan terhadap program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan TNI, Polri, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara luas.

Menurutnya, masyarakat memiliki posisi yang paling dekat dengan pelayanan sehingga lebih mudah menemukan berbagai persoalan yang mungkin terjadi di lapangan. Karena itu, setiap temuan perlu segera dilaporkan kepada pihak terkait.

Ia mencontohkan, apabila orang tua atau penerima manfaat menemukan makanan yang kurang layak konsumsi, seperti basi, kurang porsi, atau menimbulkan keluhan kesehatan setelah dikonsumsi, maka laporan harus segera disampaikan.

Johan menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui berbagai saluran yang tersedia, baik kepada dinas terkait, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas terdekat.

Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah menyediakan kanal pengaduan digital melalui aplikasi BGN Review yang dapat diunduh dan digunakan masyarakat untuk melaporkan temuan di lapangan secara langsung.

Melalui aplikasi tersebut, pelapor dapat mencantumkan lokasi SPPG, tanggal kejadian, serta rincian masalah yang ditemukan sehingga laporan dapat diterima langsung oleh BGN pusat untuk ditindaklanjuti.

Johan juga menyebut masyarakat dapat memanfaatkan platform BGN Wots sebagai sarana pelaporan tambahan guna mendukung pengawasan dan perbaikan kualitas layanan MBG secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa laporan dari masyarakat justru menjadi sumber informasi yang paling banyak diterima karena keterbatasan jangkauan pengawasan yang dilakukan lembaga maupun instansi terkait di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sebagai contoh, beberapa pekan lalu terdapat laporan dari sebuah PAUD di Tahuna mengenai satu porsi makanan yang dinilai tidak lengkap dan diduga menimbulkan keluhan setelah dikonsumsi.

Setelah dilakukan pengecekan, masalah hanya ditemukan pada satu porsi makanan dan pihak SPPG segera menggantinya dengan makanan yang lebih baik sebagai bentuk tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat.(Azizah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....