Bersyukur di tengah Penderitaan, Kekuatan Iman yang Tak Biasa

  • 27 Mei 2026 11:50 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Ucapan syukur umumnya lahir saat seseorang meraih keberhasilan, kebahagiaan atau berkat dalam kehidupan. Namun berbeda dengan pesan yang disampaikan Pendeta Markus Harikatang, dalam khotbahnya di Acara Mutiara Pagi yang mengangkat tema bersyukur di tengah penderitaan.

“Sebuah refleksi iman yang dinilai tidak biasa namun penuh makna rohani,”katanya.

Penderitaan sering kali membuat manusia merasa lemah dan kehilangan harapan. Namun melalui pengalaman Paulus, umat diajak memahami bahwa ada tujuan Allah di balik setiap pergumulan hidup.

“Penderitaan menjadi proses pembentukan iman agar manusia tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri, melainkan belajar bersandar sepenuhnya kepada Tuhan,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa alasan Paulus tetap bersyukur adalah karena ia percaya Allah penuh belas kasihan dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

“Mengutip kisah Daud dalam Kisah Para Rasul pasal 2 yang tetap memandang kepada Tuhan di tengah ancaman hidupnya. Sikap itulah yang membuat Daud tidak goyah dan tetap memiliki sukacita di tengah tekanan,”ucapnya.

Melalui pesan tersebut, Pendeta Markus mengajak jemaat untuk tetap memiliki iman dan pengharapan sekalipun menghadapi persoalan hidup yang berat.

“Bersyukur bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberikan jalan keluar bagi setiap pergumulan yang dihadapi umat percaya,”kata Pendeta Markus. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....