Iman Tidak Berhenti pada Mendengar Saja tapi Sampai pada Kepenuhan Roh Kudus

  • 18 Mei 2026 20:39 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Mimbar Agama Katolik RRI Prosatu Tahuna, Senin, 18 Mei 2026 menyoroti soal Iman tidak berhenti hanya sampai pada mendengar tapi harus sampai pada saat dimana mendapat kepenuhan Roh Kudus.

Febiyola Silangen Penyuluh Agama Katolik mengatakan dalam bacaan Kisah Para Rasul 19 ayat 1-8 Paulus menemukan beberapa murid di Efesus yang telah mengenal ajaran awal tentang Yohanes Pembaptis tetapi belum menerima kepenuhan iman dalam Kristus sebagaimana karya Roh Kudus.

“Paulus menegaskan dan meluruskan pengenalan mereka dan mereka di baptis dalam nama Yesus lalu menerima Roh Kudus,” kata Febiyola.

Kisah ini menunjukan bahwa iman tidak berhenti pada pernah mendengar tetapi harus sampai pada kepenuhan oleh Roh dan pemahaman yang benar. Dalam Injil Yohanes 16 ayat 29-33 para murid berkata bahwa kini mereka percaya dan mengerti perkataan Yesus.

“Namun Yesus langsung berkata bahwa akan datang masa-masa yang menguji, mereka akan diceraiberaikan dan ditinggalkan sendirian tetapi mereka akan tetap memperoleh damai sejahtera. Damai yang dimaksud bukan tidak ada masalah melainkan keteguhan batin karena Kristus hadir dan menang,”ucapnya.

Febiyola mengungkapkan para murid merasa lega ketika Yesus berbicara dengan terus terang, mereka percaya diri berkata: sekarang kami tahu, bahwa Engkau tahu segala sesuatu, oleh karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.

Namun kata Febiyola, Yesus menanggapi pengakuan iman mereka dengan sebuah realitas yang jujur sekaligus menguji kedalaman hati. “Percayakah kamu sekarang?” tanya-Nya. Yesus tahu bahwa iman yang diucapkan saat situasi tenang akan segera diuji oleh badai.

“Yesus meramalkan bahwa saatnya akan tiba bahkan sudah tiba dimana para murid akan tercerai-berai meraka akan lari menyelamatkan diri masing-masing dan meninggalkan Yesus seorang diri dalam menghadapi sengsara,” katanya.

Seringkali umat Tuhan pun seperti para murid saat hidup berjalan lancar dan berkat melimpah, begitu mudah berkata percaya tetapi saat badai hidup datang mendera, iman menjadi goyah dan cenderung “berlari” menjauh.

“Meskipun demikian Yesus tidak pernah kecewa hingga meninggalkan kita, Dia tahu keterbatasan kita dan menegaskan bahwa meski manusia meninggalkan-Nya Dia tidak pernah sendirian karena Bapa selalu menyertai-Nya”, ucap Febiyola. (Herlien)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....