Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Pahalanya Setara Jihad di Jalan Allah
- 17 Mei 2026 12:48 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID - Tahuna: Berpuasa di awal bulan Dzulhijjah adalah wujud ketaatan untuk meraih kecintaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, bahwa tidak ada hari dimana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Dalam kalender masehi tahun ini, puasa awal Dzulhijjah bertepatan dengan tanggal 18 hingga 26 Mei 2026. Para Ulama menyebutkan pahala puasa 1 -7 Dzulhijjah dilipatgandakan, menyamai atau bahkan lebih utama dari jihad di jalan Allah.
Puasa hari kedelapan atau dikenal dengan puasa Tarwiyah, disunnahkan untuk dikerjakan untuk mengenang peristiwa penting persiapan menuju ibadah haji. Keutamaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah ini diyakini mampu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.
Hari ke sembilan adalah puncak dari rangkaian puasa Dzulhijjah dan hari terbaik untuk berpuasa bagi yang tidak berhaji. Keutamaan puasa Arafah sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain itu hari Arafah menjadi hari dimana Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa neraka lebih banyak daripada hari lainnya. Adapun niat puasa 1 - 7 Dzulhijjah: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.
Niat puasa tanggal 8 Dzulhijjah atau hari Tarwiyah: Nawaitu shauma tarwiyah sunnatan lillahi ta'ala. Niat puasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah atau hari Arafah: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.(UMY)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....