Pertempuran Terbesar Melawan Kejahatan Terjadi dalam Hati Manusia
- 29 Mar 2026 21:39 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam bacaan Injil Lukas 11 ayat 14-23 berkisah tentang bagaimana Yesus Kristus mengusir roh jahat dari seorang bisu. Orang itu sembuh bisa berbicara kembali dan orang banyak pun takjub. Namun tidak semua orang bersukacita ada yang justru menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
"Di sinilah kita melihat suatu kenyataan bahwa ketika kebaikan bekerja, kejahatan tidak tinggal diam," ujar Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen.
Febiyola menjelaskan, kuasa kejahatan itu nyata. Yesus tidak menyangkal hal itu, Ia bahkan berbicara tentang "seorang yang kuat" yang menjaga rumahnya. Ini adalah gambaran tentang kuasa kejahatan yang berusaha menguasai hati manusia.
Ia menjelaskan, kejahatan itu nyata dalam kebencian yang dipelihara, dalam kebohongan yang dibenarkan, dalam keserakahan yang dianggap wajar dan dalam godaan yang pelan-pelan menumpulkan hati nurani.
"Kadang kuasa jahat tidak datang secara dramatis tetapi secara perlahan-lahan, halus dan membius," katanya.
Pertempuran terbesar melawan kejahatan ungkap Febiyola, tidak terjadi di luar diri kita tetapi di dalam hati kita sendiri. Setiap hari saat dihadapkan pada pilihan antara kebohongan, antara kasih dan kebencian, antara pengampunan dan balas dendam serta antara kesetiaan dan penghakiman.
"Setiap pilihan kecil menentukan dengan siapa kita bersekutu," ucapnya. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....