Hidup Rukun di tengah Keberagaman
- 26 Mar 2026 19:21 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Keberagaman menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia khususnya di kabupaten Sangihe.
Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang justru menjadi kekayaan yang perlu dijaga bersama dan toleransi menjadi kunci utama untuk menciptakan keharmonisan.
Pendeta Magdalena Sahadagi, S.Th berbagi cerita dan pengalamannya saat di hubungi Pro 2 RRI Tahuna Selasa, 24 Maret 2026 melalui program SPADA.
“Hidup rukun di tengah keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian, dimulai dari hal-hal kecil seperti menghormati perbedaan pendapat dan keyakinan”Kata Pdt Magdalena
Menurutnya, nilai kasih dan persaudaraan harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, masyarakat diharapkan mampu membangun hubungan yang saling mendukung dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan tempat ibadah dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan dan menjauhi sikap diskriminatif.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Hoaks dan ujaran kebencian seringkali menjadi pemicu konflik, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk tidak mudah terpengaruh.
Dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai, diharapkan kehidupan yang rukun di tengah keberagaman dapat terus terjaga. Pendeta Magdalena Sahadagi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh kasih.(OJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....