Gereja Ramah Pemudik Wujud Toleransi di Sangihe

  • 20 Mar 2026 03:12 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam menyambut Lebaran 2026, semangat toleransi beragama kembali ditunjukkan melalui kolaborasi lintas umat, termasuk program Gereja Ramah Pemudik yang diinisiasi bersama Kementerian Agama. Di Tahuna, Jemaat GMIST Patmos menyatakan kesiapan menjadi bagian dari program tersebut.

Meski Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak dikenal sebagai daerah tujuan utama pemudik, kesiapan tetap dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan. Jemaat GMIST Patmos Tahuna membuka ruang bagi para pemudik jika sewaktu-waktu dibutuhkan.hal ini dikatakannya dalam Acara Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna,Kamis 19 Maret 2026.

Fasilitas yang disiapkan antara lain tempat beristirahat, pengisian daya telepon genggam, air wudhu, serta bantuan kebutuhan darurat. Hal ini menjadi contoh nyata moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Pendeta Leopold Tamalawe, S.Th., M.Pdk, mengatakan bahwa penggunaan gereja sebagai tempat pelayanan bagi pemudik tidak menjadi persoalan. Justru hal tersebut mencerminkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Dalam kehidupan masyarakat Sangihe, nilai toleransi telah mengakar kuat. Saat perayaan Idul Fitri, umat non-Muslim turut menjaga keamanan dan menjalin silaturahmi, termasuk saat pelaksanaan Salat Id.

Sebaliknya, ketika umat Kristiani merayakan Natal dan Tahun Baru, umat Muslim juga berkunjung dan saling mendoakan. Bahkan dalam beberapa gereja, doa safaat turut memuat doa bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Pendeta Leopold, titik temu antaragama terletak pada nilai etika dan moral, seperti kasih, perdamaian, pengampunan, keadilan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Namun, ia mengingatkan adanya tantangan di era digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi di media sosial yang dapat memicu fanatisme berlebihan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk bijak dan selektif dalam menggunakan media sosial.

Menutup dialog, selaku Ketua FKUB Kabupaten Kepulauan Sangihe, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai waktu mempererat hubungan antarumat beragama, menghapus sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan demi terwujudnya Sangihe rukun dan Indonesia damai.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....