HRM Tokoh Jenius Perbatasan yang Berhasil Datangkan Presiden
- 08 Mar 2026 19:08 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Masyarakat di wilayah perbatasan utara Indonesia berdukacita sebab salah satu putra terbaik daerah ini, Drs. Hironimus Rompas Makagansa, M.Si., meninggal dunia di RS Liunkendage Tahuna.
Kepergian tokoh yang dikenal luas sebagai birokrat, politisi, sekaligus cendekiawan ini meninggalkan kehilangan besar bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.
Hironimus Rompas Makagansa lahir di Kampung Pintareng, Kepulauan Sangihe, pada 5 Juni 1958. Sosok yang akrab disapa HRM itu tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang kuat dengan nilai sosial dan budaya lokal. Pendidikan sarjana hingga magister yang ditempuhnya di Sulawesi Utara menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di dunia pemerintahan.
Ia menikah dengan dr. Wisye A. Rompis, yang berasal dari keluarga guru dan guru Injil di Minahasa Utara serta memiliki garis keturunan dari Raja Lasarus.
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Makagansa dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan rekam jejak yang panjang. Ia pernah menduduki berbagai jabatan penting di pemerintahan hingga mencapai puncak karier sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam posisi ini, ia dikenal memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam memperluas akses pendidikan di wilayah terpencil.
Pengabdian Makagansa kemudian berlanjut di tingkat daerah ketika ia terpilih sebagai Bupati Kepulauan Sangihe periode 2011–2016. Selama masa kepemimpinannya, ia mendorong berbagai kebijakan pembangunan yang menitikberatkan pada potensi maritim dan pertanian. Salah satu program yang menonjol adalah pengembangan hilirisasi produk kelapa.
Melalui kebijakan tersebut, Kabupaten Kepulauan Sangihe berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor sabut kelapa ke Tiongkok. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para petani di wilayah kepulauan.
Bahkan dalam kepemimpinannya ia berhasil mendatangkan orang nomor satu di Indonesia Presiden Jokowi melihat perbatasan.
Selain dikenal sebagai birokrat dan politisi, Makagansa juga memiliki sisi intelektual yang kuat. Ia menuangkan pemikiran dan pengalamannya dalam buku berjudul Tantangan Pemekaran Daerah. Melalui karya tersebut, ia memberikan kontribusi akademis terhadap diskursus otonomi daerah dan dinamika pemekaran wilayah di Indonesia.
Pemikiran yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya mencerminkan sosok birokrat yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga memiliki pandangan filosofis mengenai masa depan tata kelola pemerintahan daerah.
Kepergian Hironimus Rompas Makagansa meninggalkan warisan penting berupa dedikasi terhadap pembangunan daerah, disiplin dalam birokrasi, serta kecintaan terhadap budaya lokal Sangihe. Sosoknya dikenal dan dihormati oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan pemerintahan, politik, maupun masyarakat luas.
Masyarakat Kepulauan Sangihe kini mengenang HRM sebagai tokoh perbatasan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Dedikasi dan karya yang ditinggalkannya akan terus menjadi bagian dari sejarah pembangunan Sangihe. (Anthon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....