Perempuan Sangihe Perkuat Kualitas Generasi Daerah
- 07 Mar 2026 07:15 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Banyak perempuan luar biasa di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memberikan dampak besar dalam membangun generasi bangsa dan generasi daerah. Peran perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga dinilai sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
Hal ini mengemuka dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna yang membahas peran perempuan dalam mendorong peningkatan kualitas SDM di wilayah perbatasan, Jumat 6 Maret 2026.
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa perempuan di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam akses pendidikan, pelatihan, dan kesempatan pengembangan diri.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan di daerah kepulauan agar tetap mampu mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kesempatan dan kualitas yang setara dengan generasi di daerah lain di Indonesia.
Perbedaan akses dan fasilitas juga menjadi pembeda antara perempuan yang tinggal di wilayah perbatasan dengan perempuan yang berada di daerah daratan yang relatif lebih mudah memperoleh berbagai layanan pendidikan dan pelatihan.
Dalam sesi dialog, seorang pendengar yang mengikuti siaran melalui streaming Facebook Pro 1 RRI Tahuna mengajukan pertanyaan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe terkait langkah pemerintah dalam mengatasi keterbatasan perempuan di daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dr. Femmy Montang, SE, Ak, MAcc mengatakan bahwa pihaknya tidak membatasi kesempatan kerja berdasarkan jenis kelamin.
Menurutnya, setiap kesempatan kerja terbuka bagi semua orang tanpa memandang gender, sehingga perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga memberikan perhatian khusus kepada perempuan yang menghadapi kondisi sosial tertentu, seperti ibu tunggal yang harus membiayai anaknya sendiri. Melalui berbagai program pelatihan keterampilan, seperti menjahit, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.
Lebih lanjut, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat memperoleh kesempatan pelatihan dari kementerian, termasuk mendatangkan instruktur ke daerah untuk mempermudah akses masyarakat dalam meningkatkan keterampilan kerja.(Azizah)