SJM Dorong Dialog Manusiawi di Tengah Perbedaan
- 10 Feb 2026 23:39 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Derasnya arus informasi di era digital dinilai menjadi tantangan terbesar dalam merawat toleransi dan moderasi beragama saat ini. Informasi yang beredar di media sosial tidak selalu diiringi dengan kedalaman pemahaman sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Hj. Siti Yuliati, S.Ag, Mahasiswa S2 Universitas PTIQ Jakarta, Founder Komunitas Sedekah Jumat Muslimah (SJM) sekaligus Pendamping P3H PUI, dalam acara Moderasi Beragama yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Tahuna, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Hj. Siti Yuliati, potongan ceramah atau pesan keagamaan di media sosial kerap dilepaskan dari konteks aslinya. Akibatnya, pesan tersebut tampil seolah-olah sebagai kebenaran mutlak dan mudah disalahpahami oleh masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam situasi tersebut emosi sering kali bereaksi lebih cepat dibandingkan akal sehat. Kondisi ini membuat perbedaan mudah digesekkan dan berpotensi memicu konflik, padahal persoalannya bukan terletak pada ajaran agama, melainkan pada cara memahami dan menyikapinya.
Hj. Siti Yuliati menambahkan, di era digital informasi bergerak sangat cepat, sementara pemahaman sering tertinggal karena emosi mendahului nalar. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan pandangan mudah berkembang menjadi konflik sosial.
"Berdasarkan pengalamannya di Komunitas Sedekah Jumat Muslimah (SJM) yang beranggotakan ibu-ibu lintas agama."ia menilai prasangka dapat mencair ketika masyarakat diberi ruang untuk saling mengenal secara personal dan manusiawi."
Menurutnya, persoalan utama bukan pada keberagaman, melainkan minimnya ruang perjumpaan dan dialog yang sehat. Ketika ruang tersebut terbuka, perbedaan tidak lagi dipandang sebagai ancaman.
Ia menegaskan, SJM hadir sebagai ruang aman, tempat orang bertemu sebagai sesama manusia, bukan sebagai label agama. Pengalaman komunitas tersebut menunjukkan bahwa ketika orang bekerja bersama untuk tujuan kebaikan, sekat-sekat identitas perlahan mencair dengan sendirinya.
Melalui berbagai program inklusif seperti sedekah sosial bagi dhuafa dan yatim piatu, kegiatan Silaturahmi, Ilmu, dan Saling Inspirasi (SISI), serta aksi kemanusiaan seperti menjenguk orang sakit, Jumat Berkah On The Road, dan Takjil On The Road saat Ramadhan, SJM terus mendorong tumbuhnya rasa saling percaya, saling menghargai, dan persaudaraan lintas iman.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....