Makan Sehat Sejak Dini Kunci Pertumbuhan Optimal
- 23 Nov 2025 12:55 WIB
- Tahuna
KBRN, Tahuna: Kebiasaan hidup sehat sejak dini merupakan pondasi penting dalam membentuk kualitas kesehatan seseorang hingga dewasa. Pola makan sehat yang diterapkan secara konsisten sejak bayi dan balita dinilai sebagai langkah awal yang menentukan. Hal ini menekankan pentingnya memberikan makanan yang beragam dan memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
Makanan bervariasi dapat dengan mudah ditemui di lingkungan sekitar, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga sumber protein hewani maupun nabati. Biji-bijian sebagai sumber karbohidrat kompleks juga tersedia melimpah dan dapat menjadi bagian dari menu harian keluarga. Keragaman ini memberikan peluang besar bagi orangtua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Meski demikian, pola makan anak harus tetap disesuaikan dengan porsi sesuai umur, frekuensi makan yang teratur, dan pembatasan tertentu. Tiga hal yang perlu dibatasi sejak dini adalah asupan gula, garam, dan makanan ultra proses. Pada anak-anak, makanan seperti sosis, nugget, dan mi instan kerap dikonsumsi, padahal jenis makanan ini perlu dikurangi secara ketat.
Dengan membatasi konsumsi makanan ultra proses sejak dini, orangtua secara tidak langsung telah menanamkan kebiasaan makan sehat kepada anak. Praktik ini juga membantu anak memahami jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan dan yang perlu dihindari. Pembiasaan ini sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal.
Hal tersebut disampaikan oleh Vivi Takasili, AMG, Nutrisionis Terampil sekaligus Pj. Gizi dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Kendahe, dalam acara Makan Bergizi Gratis (MBG) di Prosatu RRI Tahuna, Sabtu (22/11/2025). Menurutnya, pembiasaan pola makan sehat sejak dini juga menentukan perkembangan fisik, dari tinggi badan, berat badan, hingga perkembangan otak anak.
Selain itu, pola makan sehat berdampak langsung pada sistem kekebalan tubuh, pembentukan preferensi rasa sepanjang hidup, serta pencegahan obesitas maupun penyakit kronis. Kebiasaan makan sehat juga mendukung kemampuan belajar anak, meningkatkan energi harian, dan menjadi dasar penting dalam membangun gaya hidup sehat di masa depan.
Program MBG menurut Vivi dapat membantu melalui sejumlah strategi adaptif. Di antaranya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan, sayur, dan umbi-umbian untuk memperkaya menu gizi. Penguatan suplai logistik, penjadwalan distribusi yang terkoordinasi, serta pelatihan tenaga lokal seperti katering sekolah juga menjadi langkah pendukung.
Selanjutnya, pemberian makanan fortifikasi seperti biskuit bergizi, madu, atau vitamin A diperlukan bila kebutuhan mikronutrien anak sulit terpenuhi. Program berbasis komunitas, termasuk kebun sekolah, budidaya ikan, serta dukungan dari posyandu dan puskesmas, juga menjadi bagian penting dalam memastikan suplai dan pemantauan gizi anak berjalan efektif.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....