Barapan Kebo Ala Sumbawa, Event Budaya yang Selalu Ditunggu!
- 31 Agt 2024 23:32 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Indonesia memiliki beragam budaya yang unik dan menarik. Salah satu yang wajib disaksikan saat berkunjung ke Sumbawa adalah “Barapan Kebo”.
Dilansir dari website resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Barapan Kebo merupakan tradisi yang dilakukan oleh para sandro (seseorang yang dianggap memiliki kekuatan supranatural dan pengetahuan mistis yang dalam), Joki dan Kerbau terbagus saat tiba musim tanam Sumbawa. Karapan Kerbau ala Sumbawa ini diselenggarakan pada awal musim tanam padi.
Tradisi tersebut tidak hanya diselenggarakan di Pamulung akan tetapi juga dilaksanakan di Desa Moyo Hulu, Desa Senampar, Desa Poto, Desa Lengas, Desa Batu Bangka, Desa Maronge hingga Desa Utan sebagai event budaya khas Sumbawa.
Arena Barapan Kebo ini adalah sawah yang telah digenangi air sebatas lutut. Perlakuan pemilik kerbau jargon Barapan Kebo sama seperti perlakuan audisi Main Jaran. Para Kerbau-kerbau yang ikut serta dikumpulkan 3 hari atau 4 hari sebelum event budaya ini digelar, Binatang tersebut akan melalui proses pengukuran tinggi dan usia. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan kelas kerbau-kerbau yang akan dilombahkan. Durasi atau lamanya event ditentukan dari seberapa banyak jargon Kerbau yang ikut dalam event budaya Barapan Kebo.
Barapan Kebo ala Sumbawa berbeda dengan Karapan Sapi Madura ataupun tradisi Mekepung di Bali. Pada Barapan Kebo ala Sumbawa terdapat pentas para sandro adu ilmu, dan para joki adu kumbar, saat “sakak” (kayu pancang tanda finish) tongkat magis sandro penghalang dapat tersentuh oleh kekuatan lari kerbau dengan bantuan sandro pem-back-up joki dan kerbau yang ikut serta. Pasangan kerbau yang berhasil meraih juara adalah pasangan kerbau tercepat yang berhasil mencapai tujuan sekalian dapat menyentuh atau menjatuhkan kayu pancang tanda finish (sakak).
Hal-hal yang membuat jauh berbeda dari Karapan Sapi Madura atau Mekepung di Bali adalah pentas para sandro adu ilmu , dan para joki adu kumbar, saat "Sakak" tongkat magis Sandro Penghalang dapat tersentuh oleh kekuatan lari sang kerbau dengan bantuan Sandro back-up joki dan kerbau peserta. Pasangan kerbau yang berhasil meraih juara adalah pasangan kerbau tercepat mencapai tujuan sekalian dapat menyentuh atau menjatuhkan kayu pancang tanda finish yang disebut dengan Sakak.
Berikut ini beberapa istilah yang digunakan saat momen budaya Barapan Kebo di Sumbawa, diantaranya:
- Sandro : adalah Sebutan untuk orang-orang sakti dengan ilmu supranatural ala sumbawa yang dimiliki dengan pakaian khas berwarna serba hitam
- Ngumang adalah sesumbar kemenangan sebagai pemikat wanita penonton barapan dan merayu-rayu dengan lantunan lawas yang dikuasainya.
- Lawas : adalah lantunan syair pantun daerah sumbawa yang dilakukan diantara terikan kemenangan sang joki, saat kerbaunya mampu menyentuh dan menjatuhkan tanpa sedikitpun terjatuh dari kareng-nya.
- Kareng : adalah tempat berdiri atau bilah pijakan kaki sang joki barapan yang dirakit berbentuk segitiga.
- Noga : adalah kayu penjepit leher penyatu sepasang jargon Barapan.
- Mangkar : adalah pelecut atau pecut pemacu kerbau Jargon
(Dinar Rusydiana Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....