Ketua Kadin Sebut Wellness Tourism Jadi Magnet Wisatawan Soloraya
- 25 Jun 2024 17:13 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Solo Raya memiliki banyak potensi untuk mengembangkan wellness tourism. Bahkan wisata kebugaran itu disebut-sebut sebagai salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan.
Potensi ini disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Solo, Ferry Septha Indrianto di sela-sela acara Hari Yoga Internasional 2024, Senin (24/6/2024).
Ferry menyebut, saat ini Solo Raya juga memiliki potensi di bidang medical yang sangat pas jika digabungkan dengan wellness tourism.
"Wellness tourism ini penting karena pariwisata Solo Raya sedang berkembang dengan pesat, dimana tren wisata kebugaran (wellness tourism) juga sedang diminati oleh wisatawan (dapat ditambahkan data wisatawan per tahun 2023 dan perbandingan tahun 2022)," ujar Kadin Solo, Ferry Septha Indrianto.
Wellness tourism atau wisata kebugaran ini sendiri dikenal sebagai perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, emosional, dan spiritual. Saat ini terdapat sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus yang tersedia di Solo Raya untuk mendukung wellness tourism.
Belum lagi sejumlah potensi yang berada di wilayah atau kabupaten-kabupaten di sekitar Solo. Namun perlu upaya untuk dapat mengkombinasikan potensi tersebut.
Menurutnya, agar ada segmen baru yang menginginkan tidak hanya bisa berobat, namun juga berekreasi dan berbelanja, bisa dikemas dalam satu paket yang menarik.
Ferry lalu mencontohkan sudah banyak masyarakat yang datang dari luar daerah ke Solo melakukan terapi kesehatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain dengan waktu tunggu yang lama.
"Akan menarik lagi ketika ada paket yang dikemas, sehingga bisa menawarkan sesuatu yang menarik selain berobat atau terapi kesehatan," kata dia menambahkan.
Sebagai kota yang juga ingin menggarap potensi wellness tourism, Solo tentunya juga harus memiliki trobosan dan konsep matang.
"Sebagai contoh salah satu anggota Kadin Kota Surakarta, Djampi Jawi, terkenal dengan potensi wisata kebugaran yang sedang diminati oleh para wisatawan baik domestik dan internasional," ucap Ferry.
"Kita harus melihat potensi besar pariwisata Solo Raya untuk mengambil pasar wellness tourism nasional dan internasional," sambung dia.
Sementara Anjasmara, aktor senior yang juga instruktur yoga itu mengatakan, tren wellness tourism tersebut bukan hanya di Indonesia tapi juga tingkat dunia. Sehingga akan menjadi ide menarik apabila turut dikembangkan di Solo Raya.
Menurutnya, pemerintah dapat memanfaatkan peluang yang ada mengingat Indonesia pun memiliki potensi wellness tourism yang luar biasa.
"Ide wellness tourism ini sebagai salah satu solusi mendukung tumbuhnya pariwisata soloraya. Apresiasi untuk inisiatif FSI yang mendorong dunia usaha dalam mengembangkan UMKM yang bergerak di bidang wellness tourism," kata Anjasmara.
Gus Minging, CEO DjampiJawi menambahkan sebagai pelaku usaha, ia turut mendukung ide FSI dan kontribusi Kadin Kota Surakarta yang telah mendukung pertumbuhan dan minat wellness tourism di kota Solo tersebut. Rilis/Fatimah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....