Peningkatan Prasarana KA Batara Kresna, 60 Menit Solo-Wonogiri

  • 01 Des 2023 06:24 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kementerian Perhubungan bersama Ditjen KAI melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) I Semarang, akan memberikan peningkatan pelayanan dan prasarana Kereta Api (KA) Perintis Batara Kresna Solo-Wonogiri. Peningkatan prasarana ini nantinya bisa membuat waktu tempuh KA Batara Kresna lebih cepat dari sebelumnya.

Balai Teknik Perkeretaapian I Semarang sudah mulai mengerjakan peninggian peron stasiun dari Solo Kota hingga stasiun Wonogiri. Selain peninggian peron, BTP juga akan mengganti bantalan lintasan KA Batara Kresna yang semula besi menjadi beton.

Pergantian bantalan lintasan ini akan berdampak positif pada waktu tempuh KA Batara Kresna dari Solo menuju Wonogiri dan sebaliknya, yang dari semula 85 menit bisa menjadi 60 menit saja.

Albertus Dito, Selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pengembangan III mengatakan, bantalan rel akan diganti dari besi menjadi beton. Selain itu rel kereta yang sebelumnya R33 atau R42 nantinya akan diganti R54.

"Jadi kami akan mengganti bantalan besi ke bantalan beton kemudian rel R33 atau R42 ke R54, dimana harapannya akan menambah kecepatan dari armada KA Batara Kresna kemudian mengurangi waktu tempuh dan menambah keselamatan perjalanan kereta api, kalau sebelumnya jarak tempuh 85 menit akan menjadi 60 menit," kata Dito ditemui disela-sela acara sosialisasi perjalanan KA Perintis Batara Kresna pada Kamis (30/11/2023).

Sementara itu, Darmoyo Pambudi yang mewakili seksi operasi Balai Teknik Perkeretaapian I Semarang menambahkan, perjalanan KA Batara Kresna bisa memungkinkan untuk dilakukan penambahan jika animo masyarakat tinggi setelah peningkatan prasarana. Dari semula perintis bisa naik menjadi PSO dan juga komersial.

"Kalau animo masyarakat tinggi ya kita bisa menambah perjalanan jadi misalnya sekarang ada 4 perjalanan, dari purwosari ke wonogiri, wonogiri ke purwosari dua kali kan ada 4 perjalanan itu kita bisa tambah. Bisa jadi 8 atau 16 perjalanan," ucap Darmoyo ditemui awak media.

Jika animo masyarakat tinggi bisa meningkat dari perintis ke PSO (Public Service Obligation), dan jika terjadi penambahan animo lagi bisa meningkat ke kereta Komersial 100 persen, tambah Darmoyo.

Dalam analisa terhadap perjalanan KA Batara Kresna sendiri, BTP I Semarang mendapatkan data bahwa masyarakat banyak yang mengusulkan perubahan jam perjalanan serta penambahan jadwal pelayanan dari KA Batara Kresna.

Penumpang yang didominasi para pekerja berharap jam operasional Solo-Wonogiri dan sebaliknya bisa sama-sama pada pukul 06.00 WIB serta tersedia keberangkatan pada jam pulang kantor antara 16.00-17.00 WIB.

Selain peninggian peron setara dengan pintu kereta dan penggantian rel, BTP I Semarang juga akan membuat palang pintu perlintasan dititik-titik jalur KA Batara Kresna. Peningkatan pelayanan dan prasarana perjalanan KA Batara Kresna sendiri menelan biaya cukup besar, yakni 180 miliar yang dikeluarkan dari dana APBN.

Pemerintah sendiri juga masih memberikan subdisi terhadap harga tiket KA Batara Kresna, meskipun biaya operasionalnya sangat jauh dari penjualan tiket satu kali perjalanan. Dengan harga Rp4.000,- masyarakat Solo hingga Wonogiri bisa menuju ke lokasi wisata tujuan dengan KA Batara Kresna. Joko/MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....