Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana, Wajah Budaya Bali Masa Kini

  • 30 Sep 2026 13:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana menjadi salah satu pertunjukan budaya yang menarik perhatian wisatawan ketika berkunjung ke Bali. Pementasan ini tidak hanya menawarkan keindahan gerak dan suara, tetapi juga menghadirkan kisah budaya melalui suasana pertunjukan yang khas.

Berlangsung di kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, pertunjukan Kecak mengangkat kisah perjalanan Sang Garuda. Puluhan penari duduk melingkar sambil menyerukan suara “cak” secara berulang, menciptakan irama khas dalam pertunjukan. Asmara, Suryasih, dan Mahagangga dalam penelitiannya mencatat bahwa Kecak di GWK memiliki kemasan tersendiri, namun tetap mempertahankan karakter utamanya.

Daya tarik Kecak juga semakin kuat karena pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan GWK. Novanda dkk. (2023) melalui penelitian Universitas Nasional menyebutkan bahwa pertunjukan Tari Kecak Garuda Wisnu mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Menurut penelitian tersebut, keunikan cerita Garuda Wisnu Kencana menjadi salah satu alasan pertunjukan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Artinya, Kecak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan cerita dan kebudayaan Indonesia kepada pengunjung dari berbagai daerah maupun negara.

Suasana pertunjukan juga semakin menarik ketika Kecak dinikmati menjelang matahari terbenam di kawasan GWK. Perubahan warna langit, suasana terbuka, suara para penari, serta gerakan yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan pengalaman visual dan budaya yang berbeda bagi penonton.

Kehadiran pertunjukan seperti Kecak di kawasan wisata menunjukkan bahwa seni tradisional masih dapat berkembang mengikuti ruang dan kebutuhan masyarakat masa kini. Pertunjukan budaya tidak harus selalu hadir dalam ruang tradisional, karena pengemasan yang tepat justru dapat membuat kesenian semakin dekat dengan wisatawan dan generasi muda.(Cahaya- Mahasiswa Magang UIN Ska)

Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana pada akhirnya menjadi pertemuan antara seni, cerita, pariwisata, dan upaya menjaga kebudayaan Bali tetap dikenal luas. Dari suara “cak” yang bergema hingga panorama senja di GWK, pertunjukan ini memperlihatkan bahwa tradisi dapat terus hidup melalui pengalaman yang menarik dan relevan.

Cahayani Inka -UIN RMS Surakarta

Referensi:

1. Novanda, D., Syafira, F., N., N., & Zuhdi, M. S. (2023). Pengaruh Daya Tarik Budaya Tari Kecak Sebagai Motivasi Wisatawan Berkunjung Ke Garuda Wisnu Kencana. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(7), 138–143.

2. Asmara, M., Suryasih, I. A., & Mahagangga, I. G. A. O. (2024). Penelitian mengenai daya tarik wisata dan pertunjukan seni di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(22), 881–894.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....