Candi Cetho, Jejak Majapahit di Lereng Gunung Lawu
- 30 Agt 2026 21:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Di lereng barat Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdiri Candi Cetho yang menyimpan jejak kehidupan masyarakat Jawa pada masa lampau. Kompleks candi ini berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut.
Candi Cetho dikenal sebagai salah satu peninggalan dari masa akhir Kerajaan Majapahit. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan sejarah kerajaan, tetapi juga memperlihatkan perkembangan keagamaan dan budaya masyarakat Jawa pada masa tersebut.
Penelitian Heri Purwanto dalam jurnal Candra Sangkala tahun 2020 menyebut Candi Cetho memiliki sejumlah keistimewaan arkeologis. Salah satunya adalah bentuk bangunan berteras dengan 14 undakan, disertai relief serta unsur keagamaan Hindu yang menunjukkan kekayaan konsep pada situs tersebut.
Menurut Purwanto, keberlanjutan fungsi situs Candi Cetho masih dapat dijumpai hingga sekarang. Temuan tersebut membuat Cetho tidak sekadar dipandang sebagai bangunan kuno, tetapi juga sebagai situs yang masih memiliki hubungan dengan kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat.
Kaitan Candi Cetho dengan Majapahit juga muncul dalam penelitian Diah Agustina dari Universitas Muhammadiyah Surakarta berjudul “Aspek Budaya dan Religi dalam Cerita Rakyat Candi Cetho di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar” tahun 2013. Penelitian itu mencatat tanggapan masyarakat yang menganggap Candi Cetho sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit, sekaligus tempat yang berkaitan dengan permohonan berkah dan keselamatan.
Cerita tentang Cetho kemudian berkembang tidak hanya melalui tinggalan fisik, tetapi juga lewat tradisi dan cerita rakyat yang diwariskan masyarakat. Agustina menemukan bahwa cerita tersebut memiliki fungsi dalam kehidupan agama, budaya, sosial, dan pendidikan masyarakat setempat.
Kini, Candi Cetho menjadi bagian penting dari warisan budaya sekaligus destinasi wisata sejarah di Karanganyar. Penelitian Eko Heri Widiastuti, Nuryanti, Soelistijanto, dan Lili Marliyah dalam jurnal Manggali tahun 2022 menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga potensi budaya lokal di kawasan Cetho.
Candi Cetho pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar pemandangan pegunungan dan bangunan bersejarah. Di balik undakan batu dan cerita yang terus hidup, tersimpan gambaran tentang perjalanan budaya Jawa dari masa Majapahit hingga kehidupan masyarakat sekarang. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....