Moment puncak perayaan Sekaten Ladang Rezeki Bagi Pengemudi Becak

  • 27 Agt 2026 12:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta—Momen puncak perayaan Sekaten untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw. tidak hanya menjadi ladang berkah bagi sejumlah bisnis di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Perayaan ini juga menambah sumber penghasilan bagi para penarik becak yang panen berkah di kawasan wisata Keraton Kasunanan Surakarta, seperti di depan Masjid Agung, Pasar Klewer, Alun-Alun Utara, dan Alun-Alun Selatan.

Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta, dari wilayah Baluwarti hingga Pasar Klewer. Puluhan penarik becak berseliweran mengantarkan penumpang yang merupakan wisatawan untuk berkeliling di kawasan tersebut.

Harto, salah seorang penarik becak asal Mojolaban, Sukoharjo, yang biasa mangkal di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, mengaku jumlah penumpangnya pada momen Sekaten meningkat signifikan dibandingkan dengan hari biasa.

Jika pada hari biasa penumpang relatif sepi, saat momen Muludan kondisi jauh lebih ramai. Penarik becak bahkan bisa mengantarkan lebih dari 10 penumpang per hari.

“Kalau hari biasa tidak seperti ini. Saat momen ini lumayan ramai, bisa beberapa kali narik kalau sedang ramai,” ujarnya saat dijumpai RRI, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, penghasilan penarik becak tidak bisa ditentukan secara pasti karena bergantung pada jumlah penumpang. Untuk paket wisata keliling kawasan keraton hingga Pasar Klewer, tarif yang ditawarkan sebesar Rp50.000,00.

Dalam sehari, pendapatan mereka bisa mencapai lebih dari Rp100.000,00–Rp150.000,00. Sementara itu, Wagimin, penarik becak kayuh asal Polokarto, mengaku pendapatannya tidak sebanyak penarik becak listrik atau becak motor. Banyak penumpang yang lebih memilih kedua jenis becak tersebut sehingga ia baru mendapatkan beberapa kali tarikan.

“Kini sudah banyak saingan becak kayuh ini, seperti becak motor, becak listrik, dan bajaj. Ini saja baru dapat tarikan sekali, sekarang orang kalau naik becak pilih-pilih,” ucap dia.

Wagimin menambahkan, kawasan wisata yang cukup luas membuat para penarik becak mencari penumpang secara mandiri tanpa sistem antrean yang ketat.

Dalam kondisi ramai, ia bisa mengantarkan penumpang lebih dari 10 kali dalam sehari, dari pagi hingga sore hari, dengan penghasilan mencapai Rp150.000,00–Rp200.000,00. (Sifa/Ita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....