Pesona De Djawatan Banyuwangi: Keajaiban Hutan Trembesi Purba di Tanah Blambangan

  • 22 Agt 2026 19:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID,Surakarta - Hutan De Djawatan di Benculuk, Banyuwangi, kerap dijuluki sebagai "Hutan Fangorn"-nya Indonesia karena lanskap pohon trembesi raksasa yang tertutup tanaman pakis epidit, menciptakan atmosfer magis mirip suasana film The Lord of the Rings.

Di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, terdapat sebuah kawasan hutan lindung seluas sekitar 3,8 hektar yang menawarkan pemandangan alam tak biasa. De Djawatan bukan sekadar hutan kota biasa, melainkan area konservasi kayu yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

Sejarah dan Nilai Ekologis

Awalnya, kawasan ini difungsikan sebagai TPK (Tempat Penimbunan Kayu) sejak zaman kolonial Belanda. Di dalam area ini tumbuh sekitar 900 pohon trembesi (Samanea saman) berusia lebih dari satu abad.

Secara ekologis, pohon trembesi dikenal sebagai penyerap karbon dioksida (

) yang sangat efektif. Satu pohon trembesi dewasa diperkirakan mampu menyerap hingga 28 ton

per tahun, menjadikan De Djawatan sebagai paru-paru hijau penting di wilayah Banyuwangi Selatan.

Daya Tarik dan Aktivitas Wisata

Fotografi & Visual Estetik: Kanopi daun yang rindang ditambah juntaian tanaman pakis pada batang pohon menciptakan siluet cahaya matahari (light rays) yang sangat eksotis pada pagi dan sore hari.

Wisata Edukasi & Pemulihan (Ecotherapy): Udara yang sejuk dan suasana yang tenang menjadikannya lokasi favorit untuk rekreasi keluarga dan aktivitas pemulihan pikiran dari hiruk-pikuk perkotaan.

Fasilitas Rekreasi: Tersedia jalur berjalan kaki (jogging track), area piknik, sewa dokar/kuda, hingga wahana permainan ringan untuk anak-anak.(Aditya Wardhana)

Referensi

  1. Perum Perhutani. (2020). Profil Pengelolaan Kawasan Hutan Wisata De Djawatan Benculuk. KPH Banyuwangi Selatan.
  2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. (2022). Destinasi Wisata Unggulan Kabupaten Banyuwangi: De Djawatan Benculuk.
  3. Dahlan, E. N. (2010). Pengembangan Hutan Kota untuk Mereduksi Emisi Karbon Dioksida (

    ) dan Penyerapan Air. Jurnal Lanskap Indonesia, IPB University.

  4. Banyuwangi Tourism. (2023). De Djawatan: The Magical Trembesi Forest of Banyuwangi.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....