Seharian di Solo: Panduan Lengkap Jelajah Budaya, Seni, dan Kuliner dalam 24 Jam

  • 25 Jul 2026 04:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID,Surakarta - Kota Surakarta, atau yang lebih hangat disapa Kota Solo, selalu punya cara tersendiri untuk memikat hati siapa saja yang berkunjung. Meski kotanya tidak semenggelegar kota metropolitan lainnya, Solo menyimpan ritme kehidupan yang tenang, ramah, dan kaya akan nilai sejarah.

Bagi pembaca rri.co.id yang hanya memiliki waktu terbatas misalnya libur akhir pekan atau transit singkat jangan khawatir. Dalam waktu satu hari penuh, Anda sudah bisa merangkum esensi terbaik dari Kota Batik ini: mulai dari menjelajah pasar tradisional, mengagumi arsitektur kerajaan, menikmati seni kontemporer, hingga menyusuri gang-gang klasik berarsitektur tempo dulu.

Berikut panduan perjalanan dari pengalaman warga Klaten Aditya wardhana dengan (itinerary) dan rekomendasi destinasi pilihan untuk menjelajah Solo dalam sehari!

Tidak ada cara terbaik untuk memulai pagi di Solo selain menyambungi Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar legendaris karya arsitek Belanda Thomas Karsten ini merupakan jantung aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat Solo. Perpaduan arsitektur kolonial dan ornamen Tionghoa memberi kesan hangat sejak langkah pertama Anda memasuki gerbangnya.

"Sarapan Es Dawet Telasih Bu Darsi: Racikan dawet, ketan hitam, bubur sumsum, biji telasih, dan kuah santan gurih yang menyegarkan.Berburu Kuliner Tradisional: Mencicipi Tahok (kembang tahu hangat dengan kuah jahe manis) atau tenggiri goreng dan lenjongan di area dalam pasar," menuturkan Sabtu (24 Juli 2026)

Setelah kenyang berburu kuliner pagi, perjalanan dilanjutkan menuju pusat kebudayaan Jawa yang megah, Pura Mangkunegaran. Istana yang didirikan pada tahun 1757 ini memadukan estetika arsitektur Jawa (pendopo tanpa paku) dan detail interior bernuansa Eropa.Mengikuti Heritage Tour bersama abdi dalem atau pemandu resmi untuk melihat koleksi perhiasan kerajaan, senjata kuno, dan kereta kencana.Berjalan santai di area Pracima Tuin (Taman Pracima), taman kerajaan bergaya lanskap Eropa-Jawa yang sangat asri dan instagramable.

Solo tidak hanya merawat masa lalu, tetapi juga merayakan seni masa kini. Tumurun Museum adalah sebuah museum privat milik keluarga pendiri Sritex yang menampilkan ratusan karya seni modern dan kontemporer dari maestro Indonesia maupun mancanegara.Mengagumi karya seni instalasi berukuran besar, lukisan kontemporer, hingga koleksi mobil-mobil klasik era abad ke-20.

Saat matahari mulai bersahabat, habiskan waktu sore Anda dengan menyusuri gang-gang sempit di Kampung Batik Laweyan. Kawasan permukiman pedagang batik kaya era abad ke-19 ini terkenal dengan tembok-tembok benteng yang tinggi dan pintu gerbang kayu besar (regol).

Jalan Santai & Berburu Foto: Menjelajahi lanskap arsitektur Indische dan Jawa kuno di sepanjang jalan setapak.Belanja & Workshop Batik: Membeli kain batik motif khas Laweyan langsung dari perajinnya atau mencoba latihan membatik tulis singkat.

Tutup hari Anda dengan menikmati jamuan makan malam yang santai. Solo memiliki ragam pilihan kuliner malam legendaris, seperti Nasi Liwet gurih berkuali daun pisang, Selat Solo berkuah segar, hingga Tengkleng olahan kambing yang kaya rempah. Anda bisa menemukannya di sepanjang koridor Jalan Slamet Riyadi atau kawasan Koridor Ngarsopuro.(Aditya Wardhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....