Musim Panas Tiba, De Tasikmadoe Heritage Jadi Buruan Pecinta Jogging

  • 04 Jun 2026 19:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Para pecinta jogging di Kabupaten Karanganyar kini memiliki jujukan favorit baru untuk menjaga kebugaran tubuh di tengah panasnya suhu musim kemarau. Kawasan Eks Pabrik Gula (PG) Tasikmadu "De Tasikmadoe Heritage" mendadak jadi buruan utama warga yang ingin berolahraga pagi maupun sore hari dengan suasana yang sejuk dan rindang.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat tersebut, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar berupaya memaksimalkan pengelolaan kawasan peninggalan era Mangkunegaran ini. Langkah strategis diambil dengan menyulap situs bersejarah tersebut menjadi pusat olahraga, rekreasi, dan wisata sejarah unggulan daerah.

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh pengunjung yang datang ke kawasan eks PG Tasikmadu ini. Di sini, masyarakat tidak hanya sekadar berolahraga untuk mengejar kesehatan fisik semata, tetapi mereka juga bisa sekaligus berwisata sejarah dan menikmati keindahan arsitektur tempo dulu yang sangat instagramable,” ujar Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar Samidi.

Guna mendongkrak kenyamanan warga yang berkunjung, PUD Aneka Usaha terus memacu pembenahan fasilitas dengan melakukan sterilisasi lintasan lari. Langkah ini diambil demi menjamin keamanan area olahraga agar sepenuhnya bebas dari gangguan hilir mudik kendaraan bermotor yang melintas.

“Sterilisasi lintasan menjadi prioritas utama kami dalam pembenahan kawasan ini demi kenyamanan publik. Kami ingin menjamin keamanan jogging track ini secara maksimal agar para pecinta olahraga yang datang, mulai dari anak-anak hingga lansia, benar-benar bebas dari gangguan kendaraan umum,” ujarnya.

Samini menambahkan, pihaknya juga menyediakan fasilitas umum yang bersih dan dikelola secara profesional untuk memanjakan pengunjung. Sarana pendukung tersebut meliputi penyediaan toilet yang higienis, tempat ibadah yang nyaman, serta area lahan parkir yang sangat luas di sekitar lokasi bersejarah.

“Fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, hingga area parkir yang luas terus kami tingkatkan kualitasnya dan dikelola secara profesional. Semua sarana ini sengaja kami siapkan agar masyarakat yang berkunjung, baik untuk berolahraga maupun berwisata bersama keluarga, merasa betah dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Samidi, geliat perekonomian warga sekitar turut didorong lewat penyediaan sentra kuliner khusus di dalam kawasan heritage. Posisi ini sengaja disiapkan untuk memfasilitasi para pelaku UMKM lokal dalam menyajikan pilihan makanan dan minuman sehat bagi pengunjung usai berolahraga.

“Kami juga memfasilitasi para pelaku UMKM lokal dengan menyediakan sentra kuliner di dalam kawasan. Keberadaan sentra ini bertujuan untuk menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman sehat bagi pengunjung setelah mereka lelah berolahraga, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Atmosfer sejarah yang kuat dengan latar belakang bangunan megah bergaya kolonial, lokomotif uap kuno, serta cerobong asap raksasa terbukti sukses menjadi daya tarik visual yang memikat.

Lewat pengelolaan taktis tersebut, aset bersejarah di Bumi Intanpari ini kini menjelma menjadi jantung kegiatan positif masyarakat yang mengawinkan unsur kesehatan, sejarah, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....