Kampung Batik Laweyan: Wisata Membatik Meningkat, Daya Beli Menurun
- 24 Mar 2026 20:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.Id, Surakarta - Kawasan Kampung Batik Laweyan kembali menjadi destinasi favorit wisatawan pada libur Lebaran 2026. Namun, di tengah tingginya angka kunjungan, muncul fenomena baru berupa lonjakan minat pada workshop membatik yang justru berbanding terbalik dengan menurunnya daya beli busana batik.
Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Surakarta, Alpha Febela Priyatmono, mengatakan peningkatan minat terhadap aktivitas membatik terlihat dari banyaknya sanggar yang menerapkan sistem reservasi atau inden.
“Ini memang fenomena baru, sampai harus inden dan pemesanan workshop bahkan sudah penuh sampai beberapapekan ke depan, terutama untuk paket keluarga dan rombongan wisata,” kata Alpha, menjelaskan.
Tren ini menunjukkan adanya pergeseran pola wisata masyarakat. Jika sebelumnya wisatawan datang untuk berbelanja batik, kini mereka lebih tertarik merasakan langsung proses pembuatan batik, mulai dari mencanting hingga pewarnaan kain sebagai bagian dari pengalaman budaya.
Alpha mengungkapkan, workshop membatik kini menjadi daya tarik utama karena dinilai lebih interaktif dan edukatif. Selain itu, aktivitas tersebut juga banyak diminati generasi muda yang ingin mengenal batik secara lebih mendalam.
“Di sisi lain, penjualan busana batik justru mengalami perlambatan,” ucap Alpha. Wisatawan cenderung lebih selektif dalam berbelanja, bahkan tidak sedikit yang hanya membeli dalam jumlah terbatas atau sekadar melihat-lihat koleksi yang tersedia.
Menurut Alpha penurunan daya beli ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga meningkatnya pilihan produk batik printing dengan harga lebih terjangkau. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perajin batik tradisional yang mengandalkan proses produksi manual.
Meski demikian, para pelaku usaha di Kampung Batik Laweyan terus beradaptasi dengan mengembangkan paket wisata edukasi dan layanan custom batik. Upaya ini sekaligus menjadi strategi untuk mempertahankan eksistensi batik sebagai warisan budaya yang telah diakui UNESCO.
Alpha menilai fenomena ini menegaskan adanya perubahan tren wisata di Laweyan, dari yang semula berorientasi pada produk menjadi pengalaman. Kondisi tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pengembangan wisata budaya yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....