Berburu Oleh-oleh di Pasar Jongke, Rambak dan Paru Jadi Primadona

  • 16 Mar 2026 14:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, pusat oleh-oleh di Pasar Jongke, Surakarta, mulai dipadati pembeli yang berburu kudapan khas untuk mudik maupun sajian Lebaran. Berdasarkan pantauan sejak Senin pagi, 16 Maret 2026, arus pengunjung mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasanya. Para pembeli tidak hanya datang dari wilayah Solo Raya, tetapi juga para pekerja migran yang hendak bertolak ke kampung halaman di luar provinsi.

Salah satu penjual oleh-oleh di Pasar Jongke, Kasih, mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli sudah mulai terasa sejak hari Jumat atau memasuki masa perpekan. Kenaikan omzet penjualan di kiosnya bahkan mencapai dua kali lipat seiring makin dekatnya waktu Lebaran. Adapun produk yang paling banyak dicari oleh masyarakat saat ini adalah rambak kulit dan paru goreng, sementara produk seperti brem biasanya justru baru diminati setelah hari raya usai.

"Yang biasa dicari itu rambak kulit sama paru. Ini sudah ramai mulai hari Jumat kemarin, peningkatannya bisa dua kali lipat dari hari biasanya," ujar Kasih saat melayani pembeli di Pasar Jongke, Senin, 16 Maret 2026.

Meski permintaan meningkat tajam, harga oleh-oleh di Pasar Jongke terpantau hanya mengalami sedikit penyesuaian. Kenaikan harga rata-rata berada di kisaran seribu hingga dua ribu rupiah per kemasan, atau sekitar seperempat dari harga normal. Para pedagang memprediksi puncak kepadatan pembeli akan terjadi pada H-3 Lebaran, di mana stok barang akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus membludak.

Fenomena berburu oleh-oleh ini juga dirasakan oleh Ari, seorang pembeli asal Klaten yang bekerja di dekat Pasar Jongke. Ia sengaja meluangkan waktu untuk membeli ampyang, keripik usus, dan soes coklat sebagai buah tangan untuk keluarga besarnya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Baginya, kudapan khas Solo memiliki daya tarik tersendiri yang selalu dinanti oleh sanak saudara di kampung halaman setiap tahunnya.

"Saya rencana mau buat oleh-oleh ke Tasik, karena suami orang sana. Biasanya bawa ampyang, usus, sama sus coklat, itu yang memang digemari sama keluarga di Tasik," kata Ari dengan penuh antusias.

Selain pusat oleh-oleh, kerumunan pembeli juga terlihat memadati area penjual bahan baku minuman segar seperti es buah. Komoditas seperti cincau, cendol, kolang-kaling, hingga buah pisang mengalami lonjakan peminat dan kenaikan harga hingga tiga kali lipat. Tingginya permintaan ini menunjukkan bahwa tradisi menyajikan minuman segar saat berbuka puasa maupun Lebaran masih sangat kental di tengah masyarakat Surakarta. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....