Mengintip Tunjang Lumer Warung Iga Cak Erwan Karanganyar

  • 17 Des 2025 22:12 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Karanganyar: Kabupaten Karanganyar dikenal dengan keindahan alam Tawangmangu dan gunung ikonik Lawu. Namun, daya tarik daerah ini kian lengkap dengan kehadiran destinasi kuliner yang berani berinovasi. Salah satunya adalah Warung Iga Cak Erwan, sebuah tempat yang kini menjadi incaran wisatawan yang mencari cita rasa Nusantara otentik namun segar.

Warung Iga Cak Erwan, yang lahir dari tangan dingin Chef Erwan Adriwijaya, bukan hanya menawarkan iga sapi yang legendaris, tetapi juga menu yang seringkali terlupakan namun diolah secara istimewa yakni Tunjang atau kikil sapi.

Chef Erwan nama saapannya, dengan latar belakang koki Western Food yang kini berpaling ke masakan Nusantara, menemukan inspirasi menu ini dari kecintaan pribadinya. Ia mengakui, jika berkunjung ke rumah makan Padang, tunjang adalah menu wajibnya. Namun, ia tertantang untuk membawa tunjang keluar dari zona nyamannya sebagai gulai.

"Salah satunya, karena saya suka tunjang. Kalau ke warung Padang jujur kesukaan saya adalah tunjang dan saya mulai mencoba gimana bisa mengkreasikan tunjang selain di gulai," ucap Chef Erwan kepada RRI beberapa waktu lalu.

Dari tantangan itu, lahirlah empat varian tunjang yang mengundang selera, mulai dari Tunjang Bakar Kecap, Tunjang Gongso, Tunjang Goreng Sambal Embe, dan Tunjang Maranggi. Kehadiran varian ini memberikan tatapan baru pada tunjang, mengubahnya dari menu pelengkap menjadi primadona

Owner Warung Iga Cak Erwan Chef Erwan Adriwijaya, saat memberikan keterangan kepada wartawan (foto: RRI/Arga)

Daya tarik utama tunjang di Warung Iga Cak Erwan adalah teksturnya yang sangat lembut dan lumer di mulut. Chef Erwan mengungkap, kelembutan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses memasak yang memakan waktu panjang dan penuh dedikasi.

"Dari proses masaknya, memang masak harus pakai hati, istilahnya kalau Chef harus pakai cinta," katanya. Untuk menghasilkan tunjang yang selembut itu, ia membutuhkan waktu memasak yang tak tanggung-tanggung, yaitu sekitar 8 hingga 10 jam.

Lebih dari sekadar durasi, Chef Erwan juga memastikan bumbu bakaran kecapnya berbeda dari yang lain. Ia memasukkan beberapa rempah rahasia yang membuat cita rasa tunjangnya otentik dan khas, jauh dari rasa generic.

"Yang membedakan insyaallah saya tidak membakar cuman dengan kecap aja. Cuman di dalam bumbu bakaran kecap itu, saya masukkan beberapa rempah yang membikin beda. Jadi yang membedakan bumbunya," ujarnya.

Suasana Warung Iga Cak Erwan di Colomadu, Karanganyar, yang memiliki area yang cukup luas (foto: RRI/Arga)

Warung Iga Cak Erwan, yang berdiri sejak 2022, kini telah memiliki tiga outlet, termasuk satu di kawasan Colomadu yang strategis bagi wisatawan Solo Raya yang akan menuju Tawangmangu.

Meskipun Tunjang Bakar Kecap masih menjadi favorit sejauh ini, varian inovatif seperti Tunjang Goreng Sambal Embe dan Tunjang Maranggi kini mulai dicari karena teknik penggorengannya yang unik dan tingkat pedasnya yang khas.

Kisah Chef Erwan mengajarkan bahwa inovasi kuliner tidak hanya terbatas pada penciptaan menu baru, tetapi juga pada kemampuan melihat potensi tersembunyi dari bahan lokal, mengubah tunjang yang biasa menjadi pengalaman bersantap yang luar biasa.

Warung Iga Cak Erwan, dengan menu tunjang 10 jamnya, kini menjadi penanda bahwa Karanganyar juga merupakan surga bagi pencinta kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....